Achmad Fauzan Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan PLN menargetkan semua desa di wilayah ini teraliri listrik sepenuhnya pada tahun 2027, Senin (8/6/2026).
Ini merupakan langkah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kabupaten Kutai Timur kini memiliki 141 desa dan kelurahan, terdiri dari 139 desa dan dua kelurahan. Dari jumlah tersebut, hanya tiga desa yang belum mendapat aliran listrik, yakni Desa Pulau Miang, Desa Sandaran, dan Desa Tanjung Mangkalihat.
“Pemda terus berupaya merealisasikan penyediaan listrik di tiga desa tersebut, yakni Desa Pulau Miang, Sandaran, dan Desa Tanjung Mangkalihat,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Bupati Ardiansyah mengakui bahwa tantangan geografis di lapangan menjadi kendala utama dalam merealisasikan aliran listrik dari PLN. Namun, pihaknya tetap berkomitmen memastikan seluruh program pembangunan dinikmati masyarakat pedesaan, termasuk listrik sebagai kebutuhan dasar.
“Pemda segera menuntaskan permasalahan yang menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat, terlebih listrik yang memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik, sehingga layanan dasar ini harus merata dan berkelanjutan,” ujar Ardiansyah.
Komitmen tersebut diperkuat melalui pertemuan antara PLN Cabang Kalimantan Timur dengan Bupati Kutim dan instansi terkait. Pertemuan itu dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026, untuk membahas strategi elektrifikasi ketiga desa yang belum terjangkau.
Nurhakim, Bagian Pembangunan Kelistrikan PLN Cabang Kaltim, menjelaskan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Hambatan tersebut meliputi penyiapan infrastruktur, akses jalan yang masih berupa tanah, serta banyaknya lahan yang tertutup pohon sawit yang memerlukan proses perizinan.
“Meski demikian, setelah adanya koordinasi yang baik dengan bupati, jajaran pemda, hingga tingkat desa sehingga sejumlah hambatan di lapangan dapat diselesaikan secara komunikatif. Kami optimis target usulan pembangunan kelistrikan ini dapat rampung 100 persen,” kata Nurhakim.
Melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan kehadiran PLN, seluruh desa di Kutim diharapkan terang benderang pada 2027. Ini menjadi langkah krusial dalam menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong potensi daerah.


