Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Pemprov Kaltim mulai menyalurkan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB sebagai bagian dari program prioritas JosPol Pendidikan 2026, Jumat (14/8/2026).
Sebanyak 63.548 pelajar menjadi sasaran bantuan yang terdiri dari seragam putih abu-abu, sepatu, dan tas. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan diterima siswa sebelum akhir 2026.
Rinciannya, 34.389 paket diberikan untuk SMA/MA di 332 sekolah, 28.308 paket untuk SMK di 208 sekolah, serta 851 paket bagi SLB di 36 sekolah.
Pengadaan perlengkapan dilakukan melalui mekanisme pembelian barang dan jasa secara elektronik atau e-Purchasing. Penyaluran dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah di 10 kabupaten/kota.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan distribusi terus dipercepat agar bantuan segera diterima para pelajar.
“Semoga sebelum akhir tahun sudah diterima para siswa dan siswi kita se-Kaltim,” Ujar Rudy Mas’ud.
Penyaluran tahap awal telah dilakukan di SMA Negeri 10 Samarinda sebanyak 535 paket. Bantuan juga diberikan kepada SMA Negeri 2 Sangatta, Kutai Timur, sebanyak 36 paket.
Selanjutnya, sebanyak 143 paket disalurkan ke SMA Negeri 3 Tenggarong, Kutai Kartanegara. Penyaluran bertahap ini dilakukan langsung oleh penyedia kepada satuan pendidikan.
Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin menyampaikan bahwa 851 paket untuk jenjang SLB dijadwalkan mulai disalurkan pada akhir Agustus 2026. Sebagian perlengkapan lainnya masih dalam proses produksi.
Untuk jenjang SMK, tahap pertama diprioritaskan bagi sekolah di Balikpapan dan Samarinda pada pekan kedua September 2026. Balikpapan mendapat 5.216 paket, sedangkan Samarinda memperoleh 7.833 paket.
Program JosPol Pendidikan mulai dilaksanakan pada 25 Juni 2025 dan awalnya berfokus pada pemberian insentif bagi guru honorer serta tenaga pendidik keagamaan. Pada 2026, program diperluas melalui bantuan perlengkapan sekolah gratis sebagai upaya mendukung pemerataan pendidikan sekaligus meringankan beban keluarga pelajar.


