Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Modifikasi Cuaca Dimulai di IKN dan Kaltim Hadapi El Nino

Cegah kekeringan dan risiko karhutla, IKN dan Kaltim bakal menggelar Operasi Modifikasi Cuaca oleh OIKN, BMKG, dan TNI AU dari 22 hingga 27 Agustus 2026.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIAN EXPRESS, KALIMANTAN – OIKN bersama BMKG dan TNI AU akan menggelar operasi modifikasi cuaca di IKN dan Kalimantan Timur mulai 22 Agustus 2026 untuk mencegah kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, Jum’at (21/8/2026).

Tujuan utama Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini adalah untuk mengatasi kekeringan parah yang diakibatkan oleh musim kemarau panjang serta mengurangi risiko signifikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah tersebut. Upaya kolaboratif ini melibatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta kekuatan TNI Angkatan Udara.

OMC direncanakan akan berlangsung selama periode enam hari berturut-turut, dimulai secara resmi pada tanggal 22 hingga 27 Agustus 2026. Area cakupan operasi cuaca ini meliputi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) secara keseluruhan dan sebagian besar area Provinsi Kalimantan Timur.

Article ad in the middle of article

Meskipun Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menyatakan bahwa kondisi pasokan air di IKN saat ini masih relatif memadai, tanda-tanda awal penyusutan debit air mulai terdeteksi secara jelas. Indikasi ini terlihat pada infrastruktur vital penyedia air bersih di wilayah hulu.

Secara spesifik, permukaan air di Bendungan Sepaku Semoi dan juga fasilitas Intake Sepaku telah menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah, terutama mengingat dampak fenomena iklim El Nino yang diketahui memicu kekeringan luas di berbagai daerah Indonesia.

Danis Hidayat Sumadilaga menggarisbawahi urgensi tindakan pencegahan.

“Dampak El Nino ini memicu kekeringan di berbagai wilayah. Saat ini kondisi air di IKN relatif baik, tetapi permukaan air di Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku sudah mulai menurun. Kita harus mengantisipasi sejak dini, jangan sampai sudah kering baru bergerak,” ujar Danis Hidayat.

Pernyataan dari Danis tersebut menyoroti pentingnya langkah proaktif yang diambil sebelum situasi menjadi lebih kritis dan sulit ditangani. Inisiatif modifikasi cuaca ini adalah respons cepat untuk menghindari dampak buruk kekeringan yang lebih luas di masa mendatang.

Melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca ini, pemerintah berharap dapat memastikan ketersediaan pasokan air yang berkelanjutan di kawasan IKN dan wilayah sekitarnya. Upaya ini juga ditujukan untuk melindungi ekosistem alami serta masyarakat dari ancaman serius kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Article ad after last paragraph