Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Dinkes Kaltim memperkuat sistem komando dan pelaporan dini untuk menghadapi penyakit sensitif iklim serta potensi krisis kesehatan, Kamis (27/8/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menekankan bahwa penanggulangan krisis kesehatan memerlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, partisipasi aktif para peserta dalam pertemuan koordinasi menjadi bukti pentingnya sinergi untuk meningkatkan kewaspadaan sistem kesehatan di Provinsi Kalimantan Timur.
“Kehadiran ini merupakan bukti komitmen bersama dalam meningkatkan kewaspadaan, sinergi, dan kesiapsiagaan sistem kesehatan kita di Provinsi Kalimantan Timur,” Kata Jaya Mualimin.
Jaya Mualimin menjelaskan bahwa kesiapsiagaan terhadap krisis kesehatan didukung oleh kerangka regulasi yang kuat. Kerangka tersebut menekankan pentingnya penguatan kapasitas pra-krisis serta kepatuhan pada alur komando yang terintegrasi secara komprehensif.
Selain itu, sistem pelaporan kewaspadaan dini juga harus berfungsi dengan cepat dan efisien. Hal ini krusial agar setiap potensi masalah kesehatan dapat segera direspons dengan intervensi yang tepat waktu dan sesuai standar yang berlaku.
Pelaporan dini tersebut dianggap esensial untuk mendukung pengambilan keputusan yang akurat dan penanganan darurat yang efektif. Informasi mengenai potensi ancaman kesehatan wajib segera diteruskan melalui sistem yang telah disiapkan oleh Dinkes Kaltim.
Dalam konteks penanganan bencana, Dinas Kesehatan akan mengaktifkan tim krisis kesehatan sebagai bagian integral dari sistem penanganan yang terpadu. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memegang peran vital dalam mengoordinasikan seluruh tahapan penanggulangan bencana sesuai prosedur yang ditetapkan.
Koordinasi yang efektif harus terjalin mulai dari status siaga, tanggap darurat, fase evakuasi, hingga proses rehabilitasi pascabencana. Seluruh notifikasi dan sistem komunikasi harus diaktifkan secara optimal untuk mencegah keterlambatan informasi saat muncul bencana akibat alam, iklim, maupun faktor sosial.
“Saya mengharapkan dari BPBD maupun tim krisis untuk melakukan bimbingan dan pelatihan, kemudian semua sistem dan notifikasinya diaktifkan ketika terjadi permasalahan yang berkaitan dengan bencana,” Ujar Jaya Mualimin.


