Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Ubah Cara Pandang: BPSDM Kaltim Minta ASN Terbuka Hadapi Kritik Publik

Melalui sharing session, BPSDM Kaltim tekankan pentingnya ASN menjadikan setiap pengaduan sebagai bahan perbaikan pelayanan, demi birokrasi adaptif di Kalimantan Timur.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – BPSDM Kaltim mengajak ASN memandang kritik dan keluhan masyarakat sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, bukan sebagai serangan, Kamis (27/8/2026).

Ajakan tersebut mengemuka dalam Sharing Session Episode 113. Kegiatan ini bertajuk “Membongkar Shared Pessimism, Respons Defensif ASN, dan Krisis Kepercayaan.”

Acara yang digelar BPSDM Kaltim pada Rabu, 26 Agustus 2026, menjadi ruang penting bagi ASN. Tujuannya untuk refleksi dan pembelajaran dalam menghadapi perubahan interaksi pemerintah-masyarakat.

Article ad in the middle of article

Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, mengungkapkan salah satu persoalan utama adalah anggapan di masyarakat. Anggapan ini menyatakan bahwa pengaduan baru akan ditindaklanjuti setelah menjadi viral.

Pola pikir seperti ini, menurutnya, dapat membentuk lingkaran interaksi yang tidak sehat. Ini memperburuk hubungan antara masyarakat dan aparatur pemerintah.

“Kalau cara berpikir seperti ini terus terjadi, akhirnya muncul lingkaran yang tidak sehat. Masyarakat semakin tidak percaya, kemudian aparatur semakin defensif dan kualitas interaksi menjadi semakin buruk,” ujar Nina Dewi.

Nina Dewi menegaskan, pengaduan masyarakat semestinya dapat menjadi sumber data bagi pemerintah. Data tersebut krusial untuk mengidentifikasi berbagai persoalan pelayanan.

Setiap kritik memang tidak harus langsung diterima, namun tetap perlu didengarkan dan diverifikasi. Respon profesional dari ASN sangat diperlukan.

ASN dituntut memiliki kemampuan menerima kritik tanpa kehilangan sikap profesionalnya. Keterbukaan terhadap masukan masyarakat dinilai vital.

Sikap ini penting agar birokrasi tidak terjebak dalam defensif. Sikap defensif justru berpotensi memperlebar jarak dengan publik.

“Melalui sharing session ini, kami berharap kita dapat meningkatkan kemampuan sebagai ASN untuk lebih terbuka terhadap kritik, lebih bijak dalam merespons masyarakat, serta mampu menjadikan setiap pengaduan sebagai bahan untuk memperbaiki kualitas pelayanan,” Ujar Nina Dewi.

BPSDM Kaltim akan terus menyediakan ruang pembelajaran yang relevan. Ini diwujudkan melalui inisiatif Kalimantan Timur Corporate University.

Upaya tersebut merupakan bagian integral dari pengembangan ASN yang profesional dan adaptif. Mereka diharapkan siap menghadapi tantangan birokrasi serta dinamika demokrasi modern yang terus berkembang.

Article ad after last paragraph