Senin, 12 Oktober 2026
Hot

Hadapi Kemarau, Pemprov Kaltim Selenggarakan Sholat Istisqo

Hadapi kemarau panjang, Pemprov Kaltim selenggarakan salat Istisqa di Masjid Nurul Mu'minin. Langkah spiritual ini dibarengi upaya mitigasi karhutla dan krisis air.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIAN EXPRESS, KALIMANTAN – Pemprov Kaltim menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah kemarau panjang dan ancaman krisis air, Jumat (21/08/2026).

Musim kemarau yang masih berlangsung di Kalimantan Timur mendorong pemerintah dan masyarakat setempat untuk memperkuat upaya penanganan keterbatasan air dan risiko kebakaran, Sholat Istisqo ini menjadi salah satu ikhtiar spiritual di tengah kondisi tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan sambutan dari Staf Ahli Bidang III Puguh Harjanto yang mewakili Gubernur Kaltim. Setelah itu, imam memberikan pengarahan tata cara pelaksanaan sholat Istisqo kepada para jamaah.

Article ad in the middle of article

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sholat, khutbah, dan diakhiri dengan saling bersalaman. Jamaah mengikutinya sebagai bentuk doa bersama agar kondisi kemarau segera berakhir.

Muhammad Hamsani, Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat ini mengikuti arahan pimpinan sebagai bentuk ikhtiar bersama.

“Kami berharap melalui munajat pagi ini, hujan segera turun bagi warga Samarinda,” Ujar Muhammad Hamsani.

Namun, ikhtiar doa tersebut berjalan beriringan dengan langkah pemerintah dalam menghadapi risiko yang muncul selama musim kering. Salah satunya berkaitan dengan kemunculan titik api di sejumlah wilayah Kaltim.

“Kita terus waspada terhadap titik api dan memperkuat kesiapsiagaan di lapangan bersama,” Ujar Puguh Harjanto.

Menurut Puguh, kesiapsiagaan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemadam kebakaran. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota juga diperlukan agar potensi dampak kemarau dapat ditangani lebih cepat.

Selain mengantisipasi kebakaran, kebutuhan air masyarakat juga menjadi perhatian dalam kondisi kemarau. Karena itu, hujan yang diharapkan turun bukan hanya untuk membasahi lahan, tetapi juga membantu menjaga ketersediaan air.

“Kami mengimbau seluruh kabupaten melaksanakan salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon hujan,” Ujar Puguh Harjanto.

Pemprov Kaltim berharap doa dan langkah kesiapsiagaan ini dapat berjalan beriringan. Turunnya hujan diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mengurangi kondisi kering yang meningkatkan potensi kebakaran.

Article ad after last paragraph