Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Pemprov Kaltim menetapkan batas KKP3K Kepulauan Derawan, Berau, untuk mendukung pengembangan wisata bahari kelas dunia, Jumat (14/8/2026).
Pemasangan tapal batas serta papan informasi bertujuan mempertegas perlindungan ekosistem laut di wilayah tersebut. Tindakan ini juga menunjang kegiatan pariwisata bahari secara berkelanjutan.
Kepala DKP Kaltim Irhan Hukmaidy menegaskan pemasangan tapal batas dan papan informasi bertujuan melindungi ekosistem sekaligus mendukung pariwisata bahari berkelanjutan.
“Pemasangan tapal batas kami lakukan untuk mempertegas perlindungan ekosistem sekaligus menunjang pariwisata bahari secara berkelanjutan,” Ujar Irhan Hukmaidy.
Pengaturan pemanfaatan kawasan konservasi tersebut dirancang untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Langkah ini diambil di tengah pesatnya kunjungan wisata alam ke daerah tersebut.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 87 Tahun 2016, total luas kawasan konservasi di perairan Berau mencapai 285.548,95 hektare. Pemerintah membagi hamparan laut ini ke dalam tiga sistem zonasi untuk memudahkan pemanfaatan bagi nelayan dan pelaku pariwisata.
Salah satu zonasi adalah pemanfaatan terbatas, dialokasikan seluas 53.441,62 hektare. Zona ini dikhususkan bagi kegiatan perikanan serta operasional pariwisata bahari berkelanjutan, mencakup destinasi unggulan seperti Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki, serta Pulau Kaniungan Besar dan Kecil.
Pemerintah juga menetapkan zona inti seluas 10.011,52 hektare. Area ini berfungsi sebagai pelindungan mutlak tanpa eksploitasi, menjadi habitat vital bagi spesies langka seperti penyu hijau, hiu paus, pari manta, dan ubur-ubur tanpa sengat.
Kehadiran tapal batas ini dianggap krusial agar pengunjung, operator wisata, dan nelayan lokal dapat membedakan wilayah yang diizinkan serta area perlindungan mutlak.
Kepala DKP Kaltim Irhan Hukmaidy mengatakan pemerintah terus menyosialisasikan aturan tata ruang kepada masyarakat pesisir.
“Pemerintah terus melakukan sosialisasi, pembagian brosur, hingga pendampingan langsung ke kelompok masyarakat pesisir,” jelas Irhan Hukmaidy.
DKP Kaltim juga terus memperkuat kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM), korporasi, aparat terkait, serta perguruan tinggi. Ini bertujuan mewujudkan ekosistem penjagaan laut yang partisipatif.
“Batas wilayah konservasi ini mampu menjamin kelangsungan pariwisata Kabupaten Berau agar terus tumbuh secara ekonomi tanpa merusak kekayaan ekologi bawah laut di masa depan,” Tegas Irhan Hukmaidy.


