Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dimanfaatkan untuk promosi potensi daerah serta layanan publik, Minggu (2/8/2026).
Acara keagamaan berskala provinsi ini memberikan dampak positif yang luas bagi Kabupaten Kayong Utara. Selain sebagai ajang syiar Islam, momentum ini juga digunakan optimal sebagai wadah strategis promosi potensi daerah.
Pemerintah daerah memanfaatkan MTQ untuk mendekatkan berbagai layanan publik kepada masyarakat luas. Langkah inovatif ini dinilai efektif mengingat tingginya antusiasme warga yang hadir dari berbagai penjuru.
Pemanfaatan MTQ sebagai etalase promosi dan pelayanan terpadu terlihat saat Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan melakukan kunjungan. Ia didampingi oleh Bupati Kayong Utara Romi Wijaya.
Keduanya meninjau satu per satu stan pameran yang menyajikan produk unggulan daerah, karya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta instansi pelayanan publik. Peninjauan ini berlangsung di kawasan wisata Pantai Pulau Datok Sukadana.
Menanggapi ramainya peserta pameran, Bupati Romi Wijaya menjelaskan pihaknya merancang area pameran secara saksama. Panitia telah menyediakan puluhan stan representatif, termasuk 20 stan pameran khusus.
“Panitia telah menyiapkan khusus di sini 20 stan pameran untuk memfasilitasi kabupaten dan kota, serta beberapa mitra kerja pemerintah. Ini menjadi ruang untuk mempromosikan dan menyosialisasikan berbagai potensi serta layanan sesuai dengan bidangnya masing-masing,” Ujar Romi Wijaya.
Pameran ini tidak hanya diisi oleh jajaran pemerintah daerah, tetapi juga diramaikan oleh sejumlah mitra pemerintah dan pelaku UMKM lokal. Masing-masing peserta menampilkan keunggulan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Bupati memaparkan kehadiran instansi seperti pelayanan perpajakan, PLN, dan perguruan tinggi di tengah acara MTQ memberikan warna tersendiri. Fenomena ini membuktikan ajang MTQ bertransformasi menjadi ruang kolaborasi solid.
Kolaborasi terjadi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Kesempatan ini juga digunakan masyarakat untuk mengenal berbagai layanan yang tersedia.
“Masing-masing daerah menampilkan keunggulannya. Begitu juga pihak-pihak yang terlibat, misalnya ada pelayanan pajak yang langsung diberikan kepada masyarakat. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal berbagai layanan yang tersedia,” Kata Romi Wijaya.
Romi menambahkan penyelenggaraan pameran terpadu ini diharapkan tidak berhenti sebatas promosi produk unggulan daerah. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Dampak positif tersebut diharapkan terwujud melalui perluasan akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik esensial. Perputaran ekonomi selama perhelatan MTQ juga diyakini mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM setempat.
Harapan pemerintah adalah semakin mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat demi kemajuan bersama.


