Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Perkuat Zakat, BAZNAS Targetkan Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Kaltim

Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menekankan pentingnya program inovatif berbasis kebutuhan masyarakat untuk dampak jangka panjang.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – BAZNAS RI mendorong seluruh amil zakat se-Kalimantan Timur memperkuat pengelolaan zakat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mendukung pembangunan daerah, Rabu (12/8/2026).

Dorongan ini disampaikan dalam acara BAZNAS Strategic Development (BSD) yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dari tanggal 10 hingga 13 Agustus 2026.

Seluruh amil dan amilat BAZNAS se-Kalimantan Timur mengikuti acara ini. Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., hadir sebagai pembicara utama.

Article ad in the middle of article

Zainut menyampaikan materi bertema “Manajemen Konflik dan Problem Solving” untuk memperkuat kapasitas amil. Materi ini bertujuan membantu amil menghadapi tantangan dalam pengelolaan zakat di daerah.

“Dalam situasi ini, BAZNAS memegang posisi strategis untuk menyokong pembangunan daerah melalui pendayagunaan zakat yang tepat sasaran,” Ujar Zainut.

Zainut menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus selaras dengan dinamika sosial dan ekonomi di setiap daerah. Ia mengingatkan bahwa di balik pesatnya pembangunan Kaltim, masih terdapat kantong-kantong kemiskinan yang membutuhkan bantuan.

Keberhasilan pengelolaan zakat dinilai tidak hanya oleh besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga oleh perubahan positif dalam kehidupan mustahik. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim didorong untuk menciptakan program inovatif berbasis kebutuhan masyarakat yang berdaya jangka panjang.

“Kita ingin BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, kabupaten dan kota bergerak dalam satu arah, memenuhi standar tata kelola yang semakin baik, menggunakan data yang semakin akurat, serta mampu menghadirkan program-program yang benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” Tegasnya.

Zainut juga mengapresiasi pengelolaan zakat di Kalimantan Timur yang terus menunjukkan perkembangan positif. Ia berharap capaian ini dapat menjadi landasan untuk semakin memperkuat peran BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga pengelolaan zakat di Kaltim semakin kuat, sehingga manfaatnya kian nyata dalam mendongkrak kesejahteraan umat,” Ujarnya.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa BSD dan Rakorda menjadi momentum penting. Acara ini digunakan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan merumuskan strategi pengelolaan zakat ke depan.

BAZNAS Provinsi Kaltim berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan serta pendistribusian zakat secara amanah dan tepat sasaran. Upaya ini dilakukan melalui lima pilar program utama sebagai landasan pendayagunaan zakat.

“BAZNAS Provinsi Kaltim memiliki lima pilar program utama yang menjadi landasan dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa,” Jelasnya.

Nabhan berharap forum BSD ini memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Kaltim, dan BAZNAS kabupaten/kota. Dengan koordinasi yang lebih solid, pengelolaan zakat di Kalimantan Timur diharapkan menjadi lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, MA., serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, MAg.

Article ad after last paragraph