Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRES, KALIMANTAN – Anggota DPRD Kalimantan Timur Shemmy Permata Sari menyalurkan hibah Rp50 juta untuk perlengkapan kegiatan keagamaan Majelis Taklim Al-Aqsha di Bontang, Sabtu (1/8/2026).
Bantuan tersebut digunakan untuk pengadaan berbagai perlengkapan penunjang, seperti rebana, perangkat wireless, seragam, dan kipas angin. Shemmy mengatakan hibah itu diberikan agar aktivitas majelis taklim dapat berjalan lebih optimal.
Penyaluran hibah ini merupakan realisasi pertama yang dilakukan Shemmy pada periode jabatannya saat ini. Ia memastikan program serupa akan terus diupayakan bagi majelis taklim lain yang memenuhi persyaratan administrasi.
Menurutnya, aspirasi dari majelis taklim di daerah pemilihannya yang meliputi Bontang, Kutai Timur, dan Berau akan terus diakomodasi agar bantuan dapat dirasakan secara merata.
Setiap pengajuan hibah, lanjut Shemmy, harus memenuhi persyaratan administrasi, di antaranya memiliki surat keputusan (SK), akta notaris, serta sekretariat yang jelas sebagai bentuk legalitas organisasi.
Seluruh usulan penerima bantuan juga wajib melalui proses verifikasi dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Dana hibah hanya dapat dicairkan setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan lolos verifikasi.
Shemmy menilai masih banyak majelis taklim di Bontang yang mengalami keterbatasan sarana pendukung kegiatan. Bahkan, sebagian masih meminjam perangkat wireless dari RT maupun kelurahan karena belum memiliki fasilitas sendiri.
“Kami ingin majelis taklim dapat menjalankan kegiatan dengan lebih baik. Selama persyaratan administrasi terpenuhi, kami akan terus mengupayakan agar bantuan seperti ini bisa menjangkau lebih banyak majelis taklim,” Ujar Shemmy Permata Sari.
Selain melalui skema hibah, Shemmy mengaku kerap memberikan bantuan pribadi kepada sejumlah majelis taklim yang membutuhkan. Ia berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan semangat para pengurus dalam mengembangkan syiar Islam.
Ia pun berharap program bantuan hibah dapat terus berlanjut setiap tahun sehingga semakin banyak majelis taklim di Bontang, Kutai Timur, dan Berau yang memperoleh dukungan untuk mengembangkan kegiatan keagamaan.


