Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Otorita IKN Siapkan 1.100 Hektare Mangrove di Kaltim

Program M4CR Kementerian Kehutanan menjadikan IKN sebagai pilot rehabilitasi mangrove. Kepala Otorita IKN optimistis target 1.100 hektare tercapai tepat waktu.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi percontohan nasional rehabilitasi mangrove melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia, Sabtu (1/8/2026).

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang diinisiasi Kementerian Kehutanan dengan dukungan Bank Dunia akan diterapkan di empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara.

Di Ibu Kota Nusantara (IKN), program tersebut menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 150 hektare sebagai bagian dari target penanaman mangrove seluas 1.100 hektare.

Article ad in the middle of article

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut baik pelaksanaan M4CR dan menilai program ini akan memperkuat upaya rehabilitasi mangrove yang telah berjalan di kawasan IKN.

Basuki hadimuljono menyampaikan bahwa IKN siap menjadi salah satu lokasi percontohan utama dari program tersebut. Prototipe yang dikembangkan di IKN nantinya akan direplikasi ke wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Riau, dan Sumatera Utara.

“Kami sebenarnya sudah melakukan, tapi dengan adanya M4CR ini tentunya menjadi tanggung jawab yang lebih besar dan harus berhasil,” Ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.

waktu penyelesaian program penting ini yang ditargetkan hingga tahun 2027. Ia menyatakan optimisme tinggi bahwa target penanaman mangrove yang telah ditetapkan di wilayah IKN dapat direalisasikan tepat waktu.

“M4CR ini kan targetnya sampai tahun 2027, jadi harus kita kerjakan lebih cepat. IKN menargetkan sekitar 1.100 hektare untuk penanaman secara keseluruhan, di mana untuk M4CR sendiri porsinya sekitar 150 hektare,” Kata dia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin, selaku direktur eksekutif Program M4CR, menjelaskan alasan utama pemilihan IKN. IKN dipilih sebagai lokasi awal agar dapat menjadi model yang ditiru oleh pemerintah daerah lain.

“Kami ingin apa yang dicontohkan di IKN ini ditiru oleh pemerintah daerah lain. Kekuatan ekologi inilah yang menjamin pertumbuhan sosial dan ekonomi di masa depan,” Katanya.

Pemilihan IKN sebagai percontohan bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah lain mengadopsi praktik rehabilitasi mangrove serupa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendukung visi pembangunan yang berkelanjutan serta ketahanan ekologis di masa depan.

Article ad after last paragraph