Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Berau Krisis Karhutla, Perusahaan Diminta Turun Tangan

Bupati Berau Sri Juniarsih pimpin rapat koordinasi meminta perusahaan di Berau dukung penanganan karhutla yang jadi perhatian pemerintah pusat.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN– Pemkab Berau meminta dukungan perusahaan untuk menangani 277 titik panas karhutla, jumlah terbanyak di Kalimantan Timur, Selasa (18/8/2026).

Kabupaten Berau kini menjadi sorotan karena mencatat 277 titik panas, jumlah tertinggi di seluruh Kalimantan Timur. Situasi ini telah menarik perhatian serius dari Pemerintah Pusat.

Untuk menyikapi kondisi ini, Bupati Berau, Sri Juniarsih, memimpin rapat koordinasi. Pertemuan tersebut melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah perwakilan perusahaan swasta pada Selasa (18/8).

Article ad in the middle of article

Rapat yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki, Sekretariat Kabupaten Berau, memiliki dua agenda utama. Agenda tersebut mencakup evaluasi kondisi terkini karhutla dan koordinasi strategi penanganan serta percepatan pemadaman.

“Untuk menangani kondisi yang terjadi saat ini, kami membutuhkan dukungan dari perusahaan,” Ujar Sri Juniarsih.

Bupati Juniarsih menjelaskan bahwa besarnya kawasan hutan di Berau menambah potensi kebakaran, sehingga penanganannya menjadi tidak mudah. Tim gabungan seringkali harus mengatasi api yang muncul di beberapa lokasi secara bersamaan.

Selain itu, penanganan di lapangan masih menghadapi kendala serius seperti sulitnya menjangkau titik api yang jauh. Keterbatasan sarana, personel, sumber air, serta kebutuhan BBM, logistik, dan peralatan mendesak menjadi tantangan besar.

Bupati menekankan bahwa upaya penanganan karhutla memerlukan tanggung jawab kolektif. Ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam menjaga ketahanan wilayah.

Dengan memperkuat keterlibatan sektor swasta, khususnya perusahaan yang beroperasi di Berau, diharapkan penanganan karhutla dapat dipercepat. Dukungan berupa personel, peralatan, dan logistik dari pihak swasta dinilai krusial untuk mengatasi bencana ini.

Article ad after last paragraph