Rabu, 02 September 2026
Hot

Investigasi Karhutla Kaltim Tunggu Pemadaman, Anggaran Kembali Diperoleh

Karhutla melanda hutan konservasi di Kaltim, termasuk Bengalon dan Tahura. Dishut Kaltim prioritaskan pemadaman sebelum investigasi mendalam.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Dishut Kaltim menunda investigasi dugaan kesengajaan atau kelalaian dalam kasus karhutla dan memprioritaskan pemadaman api di lokasi, Rabu (2/9/2026).

Rahmadi, Polisi Kehutanan Ahli Madya sekaligus Koordinator Karhutla Dishut Kaltim, mengungkapkan bahwa penyelidikan penyebab kebakaran bukan kewenangan utama pihaknya. Penanganan terhadap pemegang izin berada di bawah pembinaan dan pengawasan Kementerian Kehutanan melalui balai terkait.

“Kalau investigasi mengarah ke balai pelestarian hutan wilayah karena kita sibuk di pemadamannya dulu. Mungkin nanti ada satgasnya setelah ground check. Jadi, setelah kebakaran di-ground check, baru menghitung luas dan dicari sebabnya,” Ujar Rahmadi.

Article ad in the middle of article

Rahmadi menjelaskan bahwa pemeriksaan lapangan belum memungkinkan karena api dan asap masih menyelimuti wilayah Kalimantan Timur. Oleh sebab itu, petugas tetap fokus memastikan kebakaran dapat sepenuhnya terkendali.

Sebagian kawasan yang terbakar berada di hutan konservasi, meliputi Taman Hutan Raya (Tahura) dan area konservasi Bengalon, Kutai Timur (Kutim).

“Hutan konservasi ada, tapi kecil mungkin sekitar 2 hektare saja, seperti di Bengalon 2,2 hektare. Lalu di Tahura 24 hektare,” Ucapnya.

Namun, Rahmadi belum dapat memastikan luasan pasti area hutan yang terdampak. Data mengenai luasan tersebut masih bersifat dinamis seiring karhutla yang terus terjadi.

Pihak Dishut Kaltim juga menghadapi kesulitan dalam pemulihan hutan yang terbakar akibat keterbatasan anggaran. Meskipun demikian, program kehutanan baik di dalam maupun luar kawasan hutan tetap akan dijalankan.

Rahmadi membeberkan bahwa anggaran kebakaran Dinas Kehutanan yang sempat dipangkas kini telah dikembalikan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Kebetulan Pemprov membantu kami terkait anggaran yang 60 persen kemarin dipotong untuk kebakaran dikembalikan. Nah, berarti mereka peduli, karena gimana kita mau bekerja kalau tidak ada dukungan logistik,” Kata Rahmadi, mengakhiri.

Article ad after last paragraph