Rabu, 02 September 2026
Hot

Rp14 Miliar untuk Dua Kampung Nelayan Merah Putih di Penajam Kaltim

Harian Express Kalimantan melaporkan pembangunan dua Kampung Nelayan Merah Putih di PPU bertujuan mengangkat taraf ekonomi masyarakat pesisir. Dana pembangunan ditanggung pemerintah pusat.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Pemerintah pusat membangun dua Kampung Nelayan Merah Putih di Penajam Paser Utara untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir, Rabu (2/9/2026).

Proyek ini mencakup fasilitas fisik yang komprehensif, mulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es, ruang pendingin, hingga stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan. Kampung nelayan atau kawasan terpadu ini diharapkan menjadi ekosistem pusat ekonomi yang menghidupkan transaksi langsung antara nelayan, pembudidaya, dan distributor.

Dana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih seluruhnya ditanggung oleh pemerintah pusat. Sementara itu, pemerintah kabupaten hanya bertanggung jawab menyiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan.

Article ad in the middle of article

Pemerintah pusat telah menerbitkan surat penunjukan penyedia pekerjaan untuk pembangunan kedua kampung nelayan tersebut. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara sudah menerima surat penunjukan pembangunan di Kelurahan Nenang dan Tanjung Tengah.

“Pembangunan kampung nelayan atau kawasan terpadu merupakan langkah untuk menyejahterakan nelayan dari hulu hingga hilir,” Ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto.

“Dana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ditanggung pemerintah pusat, pemerintah kabupaten hanya menyiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan kampung nelayan itu,” Kata Andi Trasodiharto.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Darah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara Muhajir menjelaskan bahwa anggaran untuk proyek ini lebih kurang Rp14 miliar. Anggaran tersebut terbagi menjadi Rp6 miliar dan Rp8 miliar untuk masing-masing lokasi.

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar. Potensi ini dinilai mampu menunjang kebutuhan ikan, tidak hanya untuk masyarakat setempat tetapi juga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Produksi ikan tangkapan nelayan pada 2025 tercatat mencapai 6.672 ton, mengalami peningkatan 66 ton dibandingkan hasil tahun 2024 yang hanya 6.606 ton. Sementara itu, target produksi ikan tangkapan nelayan pada 2026 diperkirakan mencapai 6.740 ton.

Article ad after last paragraph