Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – TNI melibatkan masyarakat dan sektor korporasi dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan Kalimantan Timur, Selasa (1/9/2026).
Sebanyak 35 personel TNI diterjunkan ke wilayah yang memiliki potensi karhutla. Mereka berasal dari berbagai matra untuk mendukung pencegahan di lapangan.
Personel TNI memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya petani, relawan lingkungan, dan pihak perusahaan.
Edukasi tersebut difokuskan pada pengelolaan lahan yang aman dan bertanggung jawab untuk mencegah munculnya titik api.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai cara mengelola lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.
“Sinergi antara TNI, masyarakat, dan korporasi menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla,” Ujar perwakilan TNI.
Selain memberikan penyuluhan, personel TNI turut mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar karhutla tidak meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.
TNI menilai pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Edukasi dan perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam mitigasi karhutla.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pencegahan karhutla di Kaltim diharapkan dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.


