HARIANEXPRESS, BANJARMASIN – Pemadaman listrik bergilir melanda sebagian Pulau Jawa dan sejumlah wilayah Kalimantan akibat gangguan teknis pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).
PLN menjelaskan gangguan tersebut mempengaruhi sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan, dari Kalimantan Utara hingga Kendawangan. Selain itu, pemeliharaan beberapa unit pembangkit lain juga mengurangi pasokan listrik sistem.
Salah satu penyebab spesifik adalah gangguan pada PLTG Muara Teweh yang berkapasitas sekitar 50 megawatt. Kondisi ini menyebabkan defisit daya dan pemadaman di berbagai daerah.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menyoroti pemadaman bergilir di wilayahnya, menyebut listrik sebagai kebutuhan primer masyarakat. Ia menyatakan pemadaman tanpa pemberitahuan berisiko merusak barang elektronik.
Komisi C DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) juga menggelar rapat dengar pendapat dengan PLN UP3 Pangkalan Bun. Dewan meminta penjelasan penyebab serta langkah percepatan pemulihan pasokan listrik.
“Listrik ini kan sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Apalagi jika listrik mati tanpa pemberitahuan sebelumnya, ini tentu sangat berisiko dan merusak daripada barang-barang elektronik milik warga,” ujar Muhammad Yamin HR (Wali Kota Banjarmasin) di sela kegiatan Rapat Paripurna, Senin (6/7/2026).
“Dari penjelasan PLN, kami berharap mulai Juli hingga Agustus sudah ada peningkatan. Kalau sekarang pemadaman masih cukup lama, ke depan durasinya harus semakin singkat sehingga dampaknya terhadap masyarakat juga berkurang,” ujar H. Arif Asrofi (Ketua Komisi C DPRD Kobar) di Kotawaringin Barat.
PLN menargetkan proses pemeliharaan seluruh unit pembangkit dapat selesai pada akhir September mendatang. Meskipun begitu, perusahaan berjanji akan melakukan perbaikan pasokan listrik secara bertahap.
PLN juga mengoptimalkan seluruh sumber daya cadangan yang tersedia guna mengurangi defisit daya. DPRD Kobar akan terus mengawal komitmen ini hingga pasokan listrik benar-benar stabil.
Wali Kota Banjarmasin mengimbau warganya untuk tetap tenang dan siaga terhadap potensi korsleting listrik saat arus kembali menyala.
Ia juga berencana melakukan koordinasi intensif dengan PLN dan pemangku kepentingan untuk mendapatkan informasi pasti mengenai pemicu pemadaman.


