Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – IPLM Kaltim mencapai 44,11 pada Mei 2026 dan menempati peringkat ketujuh dari 38 provinsi nasional, Minggu (30/8/2026).
Pembangunan literasi di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan berdasarkan hasil IPLM tersebut. Tingkat kegemaran membaca (TKM) masyarakat Kalimantan Timur juga tercatat berada pada angka 57,86.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan data ini saat Grand Opening Festival Literasi Kalimantan Timur Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Aula Tower Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu, 30 Agustus 2026.
“Kita patut bersyukur pembangunan literasi di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan. Pada Mei 2026, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM Kalimantan Timur mencapai 44,11 dan menempatkan Kalimantan Timur pada peringkat ketujuh dari 38 provinsi di Indonesia,” Ujar Rudy Mas’ud.
Rudy menegaskan bahwa peningkatan literasi tidak boleh hanya diukur dari kemampuan membaca dan menulis. Literasi harus diarahkan agar masyarakat mampu memahami informasi, membaca situasi dan kondisi, serta berani mengambil keputusan dengan pengetahuan yang memadai.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Lisa Hasliana, menjelaskan bahwa Festival Literasi 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat capaian positif tersebut. Festival ini berlangsung selama hampir tiga minggu, mulai dari 29 Agustus hingga 19 September 2026.
Berbagai agenda telah disiapkan dalam festival ini, termasuk bazar dan pameran buku, literasi anak dan remaja, workshop, diskusi, parenting, literasi digital, lingkungan, serta berbagai perlombaan. Ragam kegiatan ini diharapkan menarik partisipasi luas dari masyarakat.
Hingga pelaksanaan Grand Opening pada Minggu siang, jumlah pengunjung yang tercatat melalui registrasi telah mencapai sekitar 800 orang sejak soft opening. Antusiasme tinggi ini diharapkan terus meningkat hingga seluruh rangkaian acara Festival Literasi Kaltim berakhir.
“Festival boleh berakhir, tapi semangat literasi tidak boleh berhenti. Marilah kita bersama-sama menjadikan literasi sebagai kekuatan untuk membangun generasi Kalimantan Timur yang cerdas, berdaya saing dan berkarakter menuju generasi emas,” Ujar Lisa Hasliana.


