Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Dinas Perkebunan Kaltim khawatir karhutla mengancam produksi sawit dan mengurangi kontribusi sektor perkebunan terhadap ekonomi daerah, Minggu (30/8/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Arief Murdiyatno, menekankan pentingnya menjaga produktivitas kebun sawit. Hal ini untuk memperkuat peran sektor perkebunan dan mendukung transformasi ekonomi Kaltim.
Arief menyatakan bahwa penurunan produksi akibat karhutla dapat berdampak signifikan pada pendapatan perusahaan dan masyarakat. Gangguan ini berpotensi mengurangi nilai tambah yang diberikan sektor perkebunan bagi Kaltim.
“Apalagi sekarang khususnya harga TBS ini agak lumayan bagus. Jangan sampai dengan harga yang bagus ini nanti ada berkurang misalnya lahannya karena karhutla. Itu yang kita hindari,” Ujar Arief Murdiyatno.
Menurut Arief, karhutla dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar jika api merambat ke area budidaya perkebunan. Kebakaran tidak hanya menghilangkan tanaman tetapi juga mengurangi kapasitas produksi dan pemasukan pelaku usaha.
“Ketika ini merembet ke kebun kita, tentunya ini akan menyebabkan gangguan kerugian ekonomi yang cukup lumayan,” Sebutnya.
Dinas Perkebunan tidak bekerja sendiri dalam pengendalian karhutla, melainkan berkoordinasi dengan subsektor lain dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim sebagai leading sector. Kolaborasi ini juga melibatkan perusahaan perkebunan, petani, kelompok plasma, serta mitra.
Disbun Kaltim terus melaksanakan pembinaan, pendampingan, dan sosialisasi kepada masyarakat petani. Ini bertujuan agar mereka memahami pentingnya menjaga kebun yang telah dikelola selama bertahun-tahun dari risiko kebakaran.
Arief menambahkan, ancaman terhadap perkebunan tidak hanya karhutla, tetapi juga hama, penyakit, dan organisme pengganggu tanaman. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terhadap berbagai gangguan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita tetap siap siagakan karena ini sebenarnya bukan hanya pada saat ini, dari sebelumnya kita juga banyak sekali gangguan untuk budidaya ini. Semua tantangan, semua hambatan, dan semua kendala yang akan menurunkan atau mengganggu budidaya kita, ini akan kita tanggulangi bersama-sama,” Pungkas Arief Murdiyatno.


