Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Cabai Rawit di Pasar Tradisional Kalimantan Selatan Sentuh Rp45,4 Ribu per 24 Juli

Harga cabai rawit di pasar tradisional Kalimantan Selatan pada Jumat, 24 Juli 2026, terpantau turun menjadi Rp45,4 ribu per kilogram. Penurunan ini mencapai Rp1.500 dari hari sebelumnya, berdasarkan data PIHPS Nasional. Simak detail tren harga bahan pokok lainnya.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS – Harga cabai rawit di pasar tradisional Kalimantan Selatan terpantau mengalami penurunan signifikan pada Jumat, 24 Juli 2026. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, harga komoditas penting ini kini telah berada di angka Rp45,4 ribu per kilogram.

Penurunan tersebut tercatat sebesar Rp1.500 dibandingkan harga pada hari sebelumnya, dengan pembaruan data terakhir yang dilakukan pada pukul 16:44 WIB.

Penurunan Harga Cabai Rawit di Kalimantan Selatan

Pada tanggal 24 Juli 2026, harga rata-rata cabai rawit di pasar tradisional Kalimantan Selatan secara spesifik tercatat mencapai Rp45,4 ribu per kilogram. Informasi ini didapatkan dari pantauan langsung dashboard resmi PIHPS Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia.

Harga terkini tersebut menunjukkan adanya penurunan harian sebesar Rp1.500 jika dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya yang berada di level Rp46,9 ribu.

Article ad in the middle of article

Perubahan Harga dalam Berbagai Periode

Dalam rentang waktu sepekan terakhir, harga cabai rawit di provinsi ini juga mengalami pergerakan menurun. Tercatat penurunan sebesar Rp650 dibandingkan dengan harga yang berlaku pada sepekan lalu, yakni Rp46,05 ribu per kilogram.

Secara perhitungan bulanan, komoditas ini menunjukkan penurunan cukup besar mencapai 16,54% bila dibandingkan dengan harga 30 hari lalu yang sempat menyentuh angka Rp54,4 ribu.

Penurunan yang lebih signifikan terlihat dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, di mana harga cabai rawit telah turun 35,14% dari posisi Rp70 ribu.

Rekor Historis dan Tren Jangka Panjang Harga Cabai Rawit

Dalam periode satu tahun terakhir, tepatnya antara Juli 2025 hingga Juli 2026, tren harga cabai rawit di pasar tradisional Kalimantan Selatan menunjukkan pergerakan yang cenderung datar, tanpa lonjakan atau penurunan drastis yang berkelanjutan. Meskipun demikian, data historis mencatat beberapa anomali harga.

Data dari PIHPS menunjukkan bahwa kenaikan tertinggi pernah mencapai 82,07% pada Mei 2020, sementara penurunan terdalam yang tercatat dalam sejarah adalah -34,8% pada November 2017.

Dinamika Harga Sembako Lainnya di Pasar Tradisional Kalimantan Selatan

Selain fokus pada cabai rawit, pantauan PIHPS Nasional per 24 Juli 2026 juga meliputi pergerakan harga pada sejumlah komoditas sembilan bahan pokok (sembako) penting lainnya di Kalimantan Selatan. Dari total 27 jenis komoditas yang secara rutin dipantau, sebanyak 13 komoditas dilaporkan mengalami penurunan harga.

Di sisi lain, terdapat 14 komoditas lainnya yang justru menunjukkan adanya kenaikan harga dalam periode pengamatan yang sama.

Daftar Lengkap Perubahan Harga Komoditas Pokok per 24 Juli 2026

Berikut ini adalah rincian perbandingan harga sembilan bahan pokok (sembako) yang tercatat di pasar tradisional Kalimantan Selatan per 24 Juli 2026. Data ini membandingkan kondisi terkini dengan perkembangan harga selama sebulan terakhir:

  • Bawang Merah Ukuran Sedang per Kg Rp38,75 ribu (turun 38%)
  • Daging Sapi Kualitas 2 per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp161,25 ribu (naik 0.25%)
  • Telur Ayam per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp28,1 ribu (turun 5.55%)
  • Cabai Merah Besar per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp50,85 ribu (turun 10.95%)
  • Bawang Putih Ukuran Sedang per Kg Rp38,85 ribu (naik 4.58%)
  • Bawang Merah per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp38,75 ribu (turun 38%)
  • Cabai Merah per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp52,1 ribu (turun 1.14%)
  • Cabai Merah Keriting per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp53,35 ribu (naik 10.34%)
  • Telur Ayam Ras Segar per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp28,1 ribu (turun 5.55%)
  • Beras per Kg di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp19,3 ribu (naik 1.58%)
  • Cabai Rawit per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp45,4 ribu (turun 16.54%)
  • Gula Pasir Kualitas Premium per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp20,15 ribu (tidak berubah)
  • Beras Kualitas Bawah I per Kg Rp16,7 ribu (naik 3.41%)
  • Gula Pasir per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp19,55 ribu (turun 0.26%)
  • Beras Kualitas Bawah II per Kg Rp17,55 ribu (naik 2.63%)
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2 per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp24,5 ribu (naik 0.41%)
  • Beras Kualitas Medium I per Kg Rp19,35 ribu (naik 1.84%)
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerk 1 per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp24,5 ribu (naik 0.62%)
  • Beras Kualitas Medium II per Kg Rp22,5 ribu (naik 2.51%)
  • Daging Sapi Kualitas 1 per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp168,75 ribu (turun 0.24%)
  • Beras Kualitas Super I per Kg Rp19,7 ribu (tidak berubah)
  • Beras Kualitas Super II per Kg Rp20,05 ribu (tidak berubah)
  • Minyak Goreng per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp22,75 ribu (naik 0.22%)
  • Daging Ayam per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp43,5 ribu (naik 7.81%)
  • Bawang Putih per Kg Rp38,85 ribu (naik 4.58%)
  • Cabai Rawit Merah per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp58,35 ribu (turun 20.88%)
  • Daging Ayam Ras Segar per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp43,5 ribu (naik 7.81%)
  • Cabai Rawit Hijau per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp32,5 ribu (turun 7.14%)
  • Daging Sapi per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp165 ribu (tidak berubah)
  • Minyak Goreng Curah per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp19,25 ribu (turun 0.52%)
  • Gula Pasir Lokal per Kg harian di Pasar Tradisional Menurut Provinsi Rp18,95 ribu (turun 0.26%)
Article ad after last paragraph