Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN — DPKH Kalimantan Timur mentransformasi sektor peternakan menjadi agribisnis modern untuk memperkuat pasokan pangan hewani bagi Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (2/8/2026).
Kepala DPKH Kaltim, Arif Murdiyanto, mengatakan transformasi dilakukan melalui peningkatan populasi ternak, pemanfaatan teknologi modern, serta penguatan keamanan pangan asal hewan. Menurutnya, peternakan kini bukan lagi sekadar usaha tradisional, tetapi telah berkembang menjadi sektor bisnis yang bernilai ekonomi tinggi.
“Peternakan bukan lagi hanya aktivitas memelihara ternak, tetapi telah menjadi industri agribisnis modern yang membuka peluang besar bagi pelaku usaha dan investor,” ujar Arif Murdiyanto.
DPKH Kaltim memprioritaskan pengembangan komoditas unggulan seperti sapi potong, kambing, ayam pedaging, ayam petelur, ayam buras, dan itik. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produksi daging, telur, dan produk hewani lainnya, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, terutama untuk daging sapi dan susu segar.
Selain meningkatkan produksi, DPKH juga memperketat pengawasan keamanan pangan melalui sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), pemeriksaan rutin di rumah potong hewan, hingga pengendalian penyakit hewan menular strategis seperti PMK, LSD, ASF, Avian Influenza, Brucellosis, dan Rabies.
Untuk mendukung regenerasi peternak, DPKH telah membina 237 peternak milenial melalui pelatihan teknis, penguatan manajemen usaha, serta akses pembiayaan. Pemerintah berharap kolaborasi dengan berbagai pihak mampu memperkuat ketahanan pangan Kaltim sekaligus memenuhi kebutuhan pangan hewani di kawasan IKN.


