Kamis, 05 November 2026
Hot

Capaian Lifting Migas Kalimantan-Sulawesi Tembus Target APBN

SKK Migas Kalsul membukukan kinerjanya hingga triwulan III-2026 dengan pencapaian lifting migas melampaui target APBN.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi mencatat lifting minyak dan kondensat hingga triwulan III-2026 melampaui target APBN, berdasarkan data per 30 September, Rabu (4/11/2026).

Lifting minyak dan kondensat Kalsul mencapai 77.003 barel per hari dari produksi 77.094 barel per hari. Capaian tersebut setara 123 persen dari target APBN sebesar 62.503 barel per hari dan menyumbang 13 persen terhadap lifting nasional.

Sementara itu, lifting gas bumi tercatat 1.525 juta standar kaki kubik per hari dari produksi 1.651 mmscfd. Realisasi tersebut mencapai sekitar 100 persen dari target APBN sebesar 1.526 mmscfd.

Article ad in the middle of article

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Haryanto Syafri, mengatakan kinerja produksi di wilayahnya tetap stabil di tengah penurunan produksi nasional.

“Di saat produksi nasional sedang turun, ternyata produksi Kalsul itu stabil dan naik. Ini adalah prestasi kita bersama untuk kita jaga dan kita pertahankan,” Ujar Haryanto.

Capaian tersebut didukung operasional sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), antara lain PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, Eni Indonesia, dan Mubadala Energy.

Penguatan sektor hulu migas juga disiapkan melalui pengembangan cadangan lepas pantai Kalimantan Timur, termasuk Geng North, Gula, Konta, dan Geliga-1.

Proyek North Hub yang menghubungkan Lapangan Geng North dan Gehem telah mencapai keputusan investasi akhir dan ditargetkan beroperasi pada 2028. Adapun South Hub akan menghubungkan Lapangan Gendalo dan Gandang.

Haryanto berharap pengembangan fasilitas pengolahan gas di Bontang dapat meningkatkan kapasitas dari dua menjadi enam train.

SKK Migas bersama KKKS terus berupaya menjaga keandalan fasilitas produksi, mengoptimalkan penemuan cadangan baru, dan memastikan keamanan operasional.

Pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik dan industri tetap mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

Article ad after last paragraph