Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama komunitas Borneo Kind menanam 1.000 pohon untuk merehabilitasi kawasan hutan pascakarhutla di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan lingkungan dan pelestarian hutan Kalimantan.
Bibit yang ditanam terdiri dari tanaman multiguna atau Multipurpose Tree Species (MPTS) serta pohon kayu-kayuan endemik Kalimantan.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, penanaman pohon perlu menjadi kebiasaan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Menanam pohon ini sudah menjadi lifestyle di Otorita, bukan seremonial. Kami bahkan rutin menanam pohon setiap dua minggu sekali di kawasan Otorita karena salah satu pilar kami adalah Forest City,” Ujar Basuki.
Menurutnya, pemulihan hutan membutuhkan keterlibatan pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk mempercepat penghijauan kawasan.
Basuki juga mengajak masyarakat dan komunitas untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon di Kalimantan.
Ketua Komunitas Borneo Kind, Wawan Irawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan.
“Ini baru volume satu yang kami siapkan. Akan ada volume dua, tiga, dan empat khusus untuk Save Our Forest. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama peduli terhadap hutan Kalimantan,” Kata Wawan.
Penanaman 1.000 pohon tersebut menjadi langkah awal rehabilitasi kawasan hutan yang terdampak kebakaran. OIKN dan Borneo Kind berkomitmen melanjutkan kolaborasi penghijauan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.








