Rabu, 04 November 2026
Hot

Produksi dan Luas Panen Jagung Kaltim Turun pada 2026

Simak data lengkap proyeksi penurunan produksi jagung pipilan kering di Kalimantan Timur untuk tahun 2026 oleh BPS.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Produksi jagung pipilan kering di Kalimantan Timur diproyeksikan mencapai 7.070 ton sepanjang 2026, turun 31,29 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 10.290 ton, Selasa (3/11/2026).

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) September 2026, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen diperkirakan mengalami penurunan.

“Hasil amatan survei kerangka sampel area (KSA) September 2026 menunjukkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen diperkirakan 7,07 ribu ton, atau mengalami penurunan sebesar 31,29 persen ketimbang tahun sebelumnya,” Ujar Mas’ud.

Article ad in the middle of article

Realisasi produksi jagung pipilan kering sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat mencapai 6.910 ton. Sementara itu, potensi produksi Oktober hingga Desember diperkirakan sekitar 160 ton.

Produksi bulanan tertinggi tahun ini terjadi pada September, dengan capaian 1.210 ton.

Jika menggunakan standar kadar air 28 persen, produksi jagung pipilan kering Kaltim sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 9.570 ton, turun 31,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13.920 ton.

Penurunan produksi tersebut sejalan dengan menyusutnya luas panen jagung yang diproyeksikan menjadi 1.260 hektare, atau turun 40,15 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 2.110 hektare.

Luas panen Januari hingga September 2026 tercatat 1.150 hektare, sedangkan potensi panen pada kuartal keempat diperkirakan sekitar 110 hektare.

Mas’ud menyebutkan, puncak panen tahun ini terjadi pada September dengan luas 200 hektare. Kondisi tersebut berbeda dari 2025, ketika puncak panen berlangsung pada Juni.

“Angka ini dapat berubah setelah diperoleh hasil riil Survei KSA dan Survei Ubinan periode Oktober–Desember 2026,” Katanya.

Penurunan produksi dan luas panen jagung menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan, termasuk bahan baku pakan ternak di Kalimantan Timur.

Article ad after last paragraph