Rabu, 14 Oktober 2026
Hot

Pupuk Kaltim Optimalkan PLTS Atap Untuk Dekarbonisasi

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Maslani memaparkan pencapaian transisi energi bersih melalui program PLTS Atap perusahaan.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Pupuk Kaltim mengoptimalkan PLTS atap untuk mempercepat dekarbonisasi industri dan transisi energi bersih, Selasa (13/10/2026).

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, menjelaskan bahwa penggunaan energi surya dikembangkan secara bertahap dengan tetap menjaga keandalan operasional perusahaan.

“Melalui pemanfaatan PLTS Atap, kami berupaya membuktikan bahwa pengembangan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan keandalan operasional industri,” Ujar Maslani.

Article ad in the middle of article

Saat ini, kapasitas terpasang PLTS Atap Pupuk Kaltim mencapai 3,8 megawatt peak (MWp), dengan produksi energi sebesar 4.723.458 kilowatt-hour per tahun. Sepanjang 2022 hingga 2025, pemanfaatan fasilitas tersebut berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 10.702,38 ton CO₂ ekuivalen.

Instalasi panel surya diterapkan di kawasan nonpabrik dan area pabrik yang terintegrasi dengan jaringan listrik berbasis Gas Turbine Generator. Pembangunannya dibagi menjadi dua fase, yakni Fase 1 berkapasitas 1,2 MWp dan Fase 2 sebesar 2,6 MWp.

Dari sisi keandalan, tingkat ketersediaan sistem PLTS Atap tercatat berada pada kisaran 98 hingga 98,6 persen selama beroperasi. Capaian ini menunjukkan potensi energi surya sebagai sumber listrik pendukung kegiatan industri.

Pemanfaatan energi terbarukan juga diperluas ke sektor transportasi melalui penggunaan kendaraan listrik di lingkungan perusahaan. Salah satu langkahnya adalah mengalihkan bus konvensional menjadi bus listrik yang didukung energi dari instalasi panel surya.

Transformasi tersebut berhasil menghemat konsumsi bahan bakar minyak sebanyak 3.945,46 liter dan mengurangi emisi sebesar 0,45 ton CO₂. Upaya ini menjadi bagian dari integrasi energi bersih dalam kegiatan operasional perusahaan.

Pupuk Kaltim turut menjalin kerja sama dengan anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup yang memiliki Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL). Melalui skema perjanjian jual beli tenaga listrik, perusahaan mencatat efisiensi energi sekitar 20 persen atau setara 5.815.575 kilowatt-hour.

Skema tersebut juga menghasilkan estimasi penghematan biaya operasional tahunan sebesar 29.800 dolar AS. Selain manfaat lingkungan dan ekonomi, Pupuk Kaltim menyatakan pengembangan PLTS Atap turut mencakup aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Article ad after last paragraph