Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – PLN UID Kaltimra membangun jaringan listrik untuk menerangi 105 desa di Kaltim sekaligus mendukung aktivitas dan pengembangan ekonomi masyarakat, Senin (14/9/2026).
Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan jaringan baru untuk 36 desa dan perluasan jaringan lama pada 69 desa. Kabupaten Kutai Barat sendiri mendapat alokasi 20 lokasi pembangunan listrik desa pada tahun ini menurut PT PLN UID Kaltimra.
Sebanyak dua lokasi dari total 105 titik telah rampung dikerjakan. Penanaman tiang mencapai 100 persen pada 19 lokasi, sementara titik lainnya masih melalui tahap penggalian, mobilisasi alat, dan teknis dengan target tuntas pada Maret 2027.
“Pembangunan infrastruktur listrik ini mencakup jaringan baru untuk 36 desa dan perluasan jaringan lama pada 69 desa. Khusus di Kabupaten Kutai Barat, terdapat 20 lokasi yang masuk pembangunan listrik desa tahun ini,” ujar General Manager PT PLN UID Kaltimra M Chaliq Fadli.
General Manager PT PLN UID Kaltimra M Chaliq Fadli menyampaikan lima poin dukungan pemerintah daerah yang krusial meliputi perizinan lahan, penyediaan lahan 2027, akses jalan, dukungan warga, serta koordinasi instansi.
Pembangunan PLTS komunal disiapkan bagi wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan PLN pada program tahun 2027. Dukungan kelancaran program ini sebelumnya juga telah diminta dalam Rakor Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN di Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin memaparkan tantangan geografis wilayahnya seluas 13.708,92 kilometer persegi dengan 16 kecamatan, 4 kelurahan, serta 190 kampung. Wilayah luas dan permukiman yang terpencar di pedalaman menjadi kendala penyediaan infrastruktur dasar.
“Luas wilayah serta sebaran permukiman berjauhan terutama di pedalaman, menjadi tantangan dalam penyediaan infrastruktur dasar. Hingga Juli 2026, rasio elektrifikasi Kutai Barat 89,28 persen, masih terdapat 10,72 persen rumah tangga yang belum teraliri listrik,” Katanya.
Pekerjaan jaringan di wilayahnya melibatkan sembilan kampung pada lima kecamatan. Pembangunan itu mencakup Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 80,10 kilometer dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 47,34 kilometer.
Pemerintah daerah bersama PLN turut menyiapkan 18 unit gardu berkapasitas total sekitar 1.500 kVA serta sambungan baru untuk sekitar 1.100 calon pelanggan. Seluruh rangkaian pekerjaan tersebut telah tuntas direalisasikan pada semester pertama 2026.
“Pembangunan tersebut secara keseluruhan telah direalisasikan pada semester pertama 2026, sehingga saat ini kami tinggal menunggu jadwal peresmian pihak PT PLN,” Kata Frederick Edwin.








