Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Penajam Paser Utara Mitigasi Kemarau 2026 dengan Percepatan Tanam Padi

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mitigasi musim kemarau 2026 dengan percepatan tanam padi varietas tahan kekeringan. Potensi gagal panen disebut tidak signifikan.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIAN EXPRESS, KALIMANTAN– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan mitigasi musim kemarau 2026 dengan percepatan tanam padi, termasuk varietas tahan kekeringan, Senin (08/06/2026).

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melakukan mitigasi untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan datang. Salah satu langkahnya adalah percepatan tanam padi, termasuk penggunaan varietas yang tahan kekeringan dan kadar asam tanah tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Rozihan Asward, menyebut bahwa meskipun saat ini sudah diprediksi kemarau, hujan masih turun. Ia menambahkan bahwa potensi gagal panen tanaman padi tidak terlalu signifikan.

Article ad in the middle of article

“Diprediksi saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun hujan masih turun. Kendati ada potensi gagal panen tanaman padi, dampaknya tidak terlalu signifikan,” Ujar Rozihan Asward.

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 akan dimulai pada April. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi antara Juli dan Agustus.

Dengan strategi percepatan tanam ini, diharapkan sebagian padi sudah bisa dipanen saat puncak kemarau di Agustus 2026. Pemkab PPU juga menginstruksikan petani untuk menanam benih padi varietas yang tahan terhadap kekeringan.

Selain itu, puluhan unit mesin pompa air telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi kekeringan pada lahan pertanian selama musim kemarau. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi menyeluruh.

“Dan menyiapkan puluhan unit mesin pompa air mengantisipasi kekeringan lahan pertanian di musim kemarau,” jelas Rozihan.

Realisasi tanam padi pada musim tanam pertama, yakni Oktober 2025 hingga Maret 2026, mencapai 7.118 hektare. Angka ini melampaui target awal sebesar 7.000 hektare.

Rata-rata hasil panen petani pada periode tersebut berkisar antara 3,5 hingga lima ton per hektare. Musim tanam padi kedua periode April hingga September 2026 juga telah berproses.

Rozihan Asward menargetkan total panen tanaman padi pada tahun 2026 dapat mencapai 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

Article ad after last paragraph