Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

MTI Kaltim: Angkutan Barang Prioritas Kereta Trans Kalimantan

MTI Kaltim menyarankan pengembangan Kereta Trans Kalimantan prioritaskan angkutan barang karena potensi komoditas besar. Hal ini dinilai lebih realistis dibanding angkutan penumpang.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Kereta Trans Kalimantan dinilai lebih realistis diawali dengan angkutan barang karena didukung potensi komoditas di Kalimantan Timur, Selasa (5/8/2026).

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan H. M. Gultom, menyatakan bahwa kebutuhan angkutan barang di wilayah tersebut relatif lebih mudah diukur. Komoditas seperti batu bara, CPO, kayu, dan produk industri pengolahan menjadi sumber muatan kuat untuk menopang operasional jalur rel.

Menurut Tiopan, trase kereta perlu dirancang langsung dari kawasan produksi ke pelabuhan ekspor atau kawasan industri. Pola ini akan meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mengurangi beban angkutan berat di jalan umum.

Article ad in the middle of article

“Potensi permintaan angkutan barang sebenarnya sudah ada dan dapat diukur. Tantangannya adalah memastikan trase, kelayakan finansial, serta skema pembiayaan yang mampu menjamin keberlanjutan proyek,” Ujar Tiopan H. M. Gultom.

Sementara itu, kebutuhan kereta penumpang di Kalimantan Timur masih memerlukan kajian lebih mendalam. Persebaran penduduk yang tidak terkonsentrasi serta tersedianya jaringan jalan dan penerbangan membuat potensi jumlah penumpang belum sekuat wilayah Jawa maupun Sumatra.

Tiopan menilai koridor Samarinda-Balikpapan-IKN memiliki peluang lebih realistis untuk dikembangkan sebagai jalur penumpang. Kawasan ini berpotensi menjadi pusat kegiatan pemerintahan, bisnis, dan layanan baru yang dapat meningkatkan mobilitas masyarakat.

Meski demikian, pembangunan jalur penumpang sebaiknya tidak hanya berdasarkan asumsi pertumbuhan IKN. Pemerintah daerah bersama Bappeda perlu menyusun studi mobilitas yang memuat proyeksi jumlah penumpang, pola perjalanan, dan kebutuhan layanan transportasi jangka panjang.

Jalur penumpang dapat dikembangkan sebagai bagian dari jaringan logistik yang telah memiliki basis ekonomi kuat. Pendekatan bertahap dapat menghindari risiko tingkat okupansi rendah sekaligus memastikan investasi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan pendekatan bertahap, pembangunan rel dapat menghindari risiko tingkat okupansi rendah sekaligus memastikan investasi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” Katanya.

Article ad after last paragraph