Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Ekonomi Kalimantan Timur Tumbuh 3,17% Berkat Sektor Akomodasi

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 14,86% di Kaltim, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi yang mencapai 3,17% pada Semester I 2026.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Sektor akomodasi dan makan minum di Kalimantan Timur tumbuh 14,86 persen, mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 3,17 persen pada semester I 2026, Rabu (5/8/2026).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan pertumbuhan ekonomi Kaltim ini merupakan peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha.

Tiga lapangan usaha yang memiliki laju pertumbuhan tertinggi adalah penyediaan akomodasi dan makan minum, tumbuh 14,86 persen. Kemudian, usaha informasi dan komunikasi sebesar 13,24 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh 13,21 persen.

Article ad in the middle of article

“Ekonomi Kaltim semester I 2026 dibandingkan dengan semester I 2025 tumbuh sebesar 3,17 persen, didorong oleh meningkatnya kinerja ekonomi di hampir seluruh lapangan usaha, kecuali jasa keuangan dan asuransi yang minus 0,55 persen,” Ujar Mas’ud Rifai.

Mas’ud menambahkan, tiga lapangan usaha yang memberikan kontribusi positif terbesar adalah perdagangan besar dan eceran hingga reparasi, menyumbang 0,86 persen. Industri pengolahan memberikan andil 0,53 persen, diikuti lapangan usaha konstruksi sebesar 0,28 persen.

Pertumbuhan ekonomi tertinggi dilihat dari komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga mencapai 5,88 persen. Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga juga menunjukkan peningkatan baik sebesar 5,01 persen.

Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), serta ekspor barang dan jasa seluruhnya tumbuh positif. Masing-masing mencatat pertumbuhan 3,48 persen, 2,86 persen, dan 1,51 persen.

“Selanjutnya, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB), serta komponen ekspor barang dan jasa tumbuh positif masing-masing sebesar 3,48 persen, 2,86 persen, dan 1,51 persen,” Katanya.

Secara keseluruhan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim berdasarkan harga berlaku pada semester I sebesar Rp475,74 triliun. Angka ini terbagi menjadi Rp229,07 triliun pada triwulan I dan Rp246,66 triliun pada triwulan II.

Angka PDRB tersebut berasal dari berbagai lapangan usaha, termasuk pertambangan dan penggalian yang menyumbang Rp76,63 triliun di triwulan I dan Rp85,07 triliun di triwulan II. Usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi Rp21,73 triliun pada triwulan I dan Rp22,95 triliun pada triwulan II.

Lapangan usaha industri pengolahan juga memberikan sumbangan signifikan dengan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp44,41 triliun pada triwulan I. Pada triwulan II, sumbangan dari industri pengolahan meningkat menjadi Rp49,57 triliun.

“Kemudian, lapangan usaha industri pengolahan pada triwulan I dengan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp44,41 triliun dan triwulan II Rp49,57 triliun,” Ujarnya.

Data ini menunjukkan sektor akomodasi dan makan minum menjadi salah satu motor penggerak penting bagi perekonomian Kalimantan Timur. Peningkatan ini sejalan dengan upaya daerah dalam memaksimalkan potensi ekonomi lokal.

Article ad after last paragraph