Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – DPKH Kaltim mendampingi Rumah Produksi Pakan Ternak Desa Loleng, Kukar, menerapkan CPPB untuk menekan biaya produksi peternakan, Sabtu (15/8/2026).
Pengawasan mutu pakan serta penerapan prinsip higiene, sanitasi, dan kesehatan masyarakat veteriner mutlak dilakukan. Hal ini penting guna memastikan produk pakan yang dihasilkan terjamin aman bagi ternak serta bermutu tinggi.
Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno menjelaskan bahwa CPPB sangat krusial mengingat biaya pakan menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi usaha peternakan. Oleh karena itu, jaminan mutu pakan menjadi prioritas.
Saat ini, Rumah Produksi Pakan Ternak Desa Loleng telah aktif beroperasi dengan fokus pada pakan ayam petelur. Volume produksinya mencapai sekitar 20 ton per bulan.
Angka ini dinilai masih jauh di bawah kapasitas maksimal fasilitas mesin pengolahan setempat yang mampu menghasilkan hingga 200 ton pakan bulanan. Potensi peningkatan produksi masih sangat terbuka lebar untuk memenuhi kebutuhan pakan di wilayah sekitar.
Meskipun demikian, pengembangan hilirisasi pakan di Desa Loleng dihadapkan pada tantangan utama berupa keterbatasan pasokan bahan baku pakan yang berkelanjutan di tingkat lokal. Untuk menjaga kontinuitas produksi, DPKH Kaltim terus mendorong optimalisasi ketersediaan bahan baku lokal yang berkualitas.
Selain itu, penguatan tata kelola manajemen juga menjadi fokus untuk mengatasi kendala ini. Langkah-langkah strategis terus diupayakan guna memastikan pasokan bahan baku yang memadai dan stabil.
Dalam pendampingan berkala tersebut, petugas mengedukasi pengelola mengenai beberapa aspek kunci. Ini termasuk pengendalian mutu bahan baku, ketepatan formulasi, dan prosedur sanitasi yang baik.
Pengelola juga diajari tentang penyimpanan pakan yang benar serta pentingnya pencatatan proses produksi secara tertulis. Semua langkah ini bertujuan meningkatkan standar kualitas produksi pakan.
Upaya pengawasan mutu ini ditopang penuh oleh pengerahan 25 petugas Pengawas Mutu Pakan DPKH Kaltim. Petugas-petugas tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur, memastikan jangkauan pendampingan yang luas.
Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno mengatakan rumah produksi pakan terstandar dapat membantu peternak menekan biaya sekaligus meningkatkan kemandirian.
“Optimalisasi rumah produksi pakan terstandar dapat menjadi solusi menekan harga pakan konsentrat dan mendorong kemandirian peternak lokal,” Ujar Arief Murdiyanto.
Optimalisasi rumah produksi pakan terstandar ini diharapkan menjadi solusi nyata. Tujuannya adalah menekan harga pakan konsentrat sekaligus mendorong kemandirian peternak lokal.


