Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Pemindahan gajah Sumatera, Deo dan Sinta, ke Tabang Zoo Kaltim memicu pro dan kontra publik, Selasa (18/8/2026).
Manajer Marketing GL Zoo, Yosi Hermawan, menjelaskan bahwa pemindahan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan populasi satwa dan kerja sama antarlembaga konservasi. Pemilihan Tabang Zoo sebagai lokasi baru didasari pertimbangan kemampuan pengelolaan, kesiapan fasilitas, serta komitmen terhadap kesejahteraan satwa.
Yosi Hermawan juga menambahkan bahwa Deo dan Sinta telah menjalani berbagai tahapan persiapan sebelum translokasi. Persiapan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, kesiapan perjalanan, serta pemenuhan kebutuhan pakan dan air untuk kedua gajah.
Proses translokasi dua gajah itu sendiri dimulai pada 14 Agustus 2026 di bawah pengawasan ketat tim gabungan yang melibatkan 17 personel. Rute perjalanan multimoda yang disiapkan membentang dari Yogyakarta, melewati Pelabuhan Paciran di Lamongan, kemudian menyeberang laut ke Pelabuhan Bahaur di Kalimantan Tengah.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam rilis resminya yang diterbitkan pada Minggu, 16 Agustus 2026, menyatakan bahwa translokasi ini merupakan upaya penataan pengelolaan populasi. Tujuannya berfokus pada pemenuhan ruang gerak, standar perawatan, serta jaminan keselamatan dan kesejahteraan satwa.
Deo dan Sinta merupakan satwa dilindungi yang sebelumnya dititiprawatkan oleh BKSDA Yogyakarta di GL Zoo sejak September 2024. Pemindahan kedua gajah ini direncanakan sejak tahun 2025 sebagai pemindahan permanen untuk menyesuaikan daya tampung dan fasilitas yang paling ideal.
Kemenhut mengonfirmasi bahwa rombongan telah tiba di Pelabuhan Bahaur, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, pada Minggu (16/8). Selama perjalanan, petugas rutin melakukan pembersihan armada dan penyemprotan air guna menstabilkan suhu tubuh gajah, serta sempat beristirahat di kawasan Gandang, Pulang Pisau.
“Tim sengaja memberikan waktu istirahat agar Deo dan Sinta dapat melakukan peregangan, mengurangi kelelahan, serta menjaga tingkat stres tetap terkendali. Hasil pemantauan menunjukkan keduanya dalam kondisi tenang dan sehat, serta tetap makan dan minum dengan baik selama perjalanan,” Ujar Kemenhut.
Deo dan Sinta diperkirakan tiba di Tabang Zoo pada Selasa, 18 Agustus 2026, dan akan menjalani pemantauan kesehatan serta adaptasi lingkungan. Polemik muncul karena perjalanan jauh dan risiko di perjalanan dinilai berpotensi membuat satwa tidak nyaman.


