Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Ditsamapta Kalteng Lawan Medan Berat Atasi Karhutla Tumbang Nusa

Personel Ditsamapta Polda Kalteng hadapi medan ekstrem saat padamkan karhutla di Desa Tumbang Nusa, Pulang Pisau. Berjuang melewati kanal dangkal dan mengangkat perahu.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, PULANG PISAU – Personel Ditsamapta Polda Kalteng rela menaklukkan medan ekstrem hingga harus mengangkat perahu demi memadamkan karhutla di Desa Tumbang Nusa, Kamis (23/7/2026).

Perjuangan di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, tidak hanya fokus memadamkan api. Mereka juga harus menaklukkan medan yang sangat ekstrem, termasuk kanal dangkal dan mengangkat perahu secara manual untuk mencapai lokasi kebakaran.

Operasi pemadaman dipimpin oleh Padal Tim Karhutla Ipda Hervi Gogor bersama lima personel Ditsamapta Polda Kalteng. Tim gabungan ini bersinergi dengan Kapolsek Jabiren Raya Ipda David Fiderson Jaya, anggota, BPBD, serta Dinas Kehutanan.

Perjalanan menuju lokasi menghadapi tantangan berupa surutnya debit air di kanal sepanjang sekitar dua kilometer. Untuk mengatasi ini, personel mendorong dan mengangkat perahu secara bergantian, bahkan membawa sebagian perlengkapan melalui jalur darat sebelum melakukan pemadaman dan pembasahan.

Article ad in the middle of article

“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama, ketangguhan, dan kesiapsiagaan seluruh personel. Meski dihadapkan dengan medan yang sulit, personel tetap mengutamakan keselamatan serta berupaya maksimal agar api tidak semakin meluas. Sinergi bersama instansi terkait menjadi kunci dalam penanganan bencana ini,” ujar Kombes Viddy Dasmasela (Direktur Samapta Polda Kalimantan Tengah).

Setelah api dipastikan padam, seluruh perlengkapan dievakuasi kembali melalui jalur kanal. Proses evakuasi menjadi lebih lancar karena debit air mulai meningkat pada sore hari.

“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan titik api. Sinergi antara masyarakat dan seluruh instansi terkait menjadi kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah,” tambah Viddy.

Karhutla di Desa Tumbang Nusa masih menjadi perhatian serius hingga kini. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 41 hektare, dengan api sulit dipadamkan karena membakar lahan gambut.

“Untuk mempercepat penanganan, BPBD Pulang Pisau mengerahkan 46 personel yang dibagi dalam dua tim. Mereka bekerja bersama TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, relawan, dan unsur terkait lainnya melakukan pemadaman serta pembasahan agar api tidak kembali menyala,” ujar Herman Wibowo (Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau).

Article ad after last paragraph