Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – DPRD Samarinda meminta pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur pendukung bus massal yang mendapat dukungan APBN 2027, Minggu (4/10/2026).
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan program transportasi massal tersebut kini memasuki tahap finalisasi bersama Dinas Perhubungan Samarinda dan Kementerian Perhubungan.
Dukungan anggaran dari pemerintah pusat dinilai menjadi langkah penting untuk merealisasikan layanan angkutan umum di Samarinda.
Program tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan yang semakin terjadi di sejumlah ruas jalan protokol.
Berdasarkan data BPS Kaltim 2025, terdapat sekitar 1,06 juta kendaraan bermotor di Samarinda, dengan hampir 891 ribu di antaranya merupakan kendaraan roda dua.
Deni menyebut kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap sistem transportasi umum yang lebih efektif dan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Alhamdulillah salah satunya adalah dukungan dari APBN tahun 2027,” Ujar Deni Hakim Anwar.
Untuk menyesuaikan kondisi jalan, DPRD Samarinda menyarankan penggunaan bus berukuran medium yang dinilai lebih fleksibel.
Dishub Samarinda juga menyiapkan tujuh trayek utama dan enam rute pengumpan atau feeder dengan tarif sebesar Rp2.500.
Layanan tersebut direncanakan menggunakan skema Buy The Service, sementara pemerintah daerah kini fokus menyiapkan halte dan titik pemberhentian bus sebelum operasional dimulai.











