Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat jumlah penduduk miskin di Kaltim mencapai 200.640 jiwa pada Maret 2026, Jumat (7/8/2026).
Angka tersebut turun sekitar 1.400 jiwa dibandingkan jumlah penduduk miskin pada September 2025.
Penurunan ini menunjukkan adanya perkembangan positif dalam upaya pemerintah dan berbagai pihak menekan angka kemiskinan di Kalimantan Timur.
BPS Kaltim juga mencatat garis kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp935.662 per kapita per bulan.
Garis kemiskinan tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan jumlah penduduk yang masuk kategori miskin.
Penurunan jumlah penduduk miskin diharapkan dapat terus berlanjut seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah perlu mempertahankan tren tersebut melalui program yang mampu meningkatkan pendapatan serta membuka lebih banyak kesempatan kerja.
Selain sektor ekonomi, akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam pengentasan kemiskinan.
“Penurunan jumlah penduduk miskin menjadi sinyal positif, namun upaya pengentasan kemiskinan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan,” Ujar pemerhati ekonomi daerah.
Sebagai gambaran kondisi sosial masyarakat, foto udara permukiman padat penduduk di kawasan Pasar Klandasan, Balikpapan, turut ditampilkan dalam laporan tersebut.


