Findy Alfiansyah Penulis
Harian Express Kalimantan, SAMARINDA – Ketua Umum DAD Kaltim Viktor Yuan mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan hoaks, Kamis (13/8/2026).
Viktor Yuan menekankan, pesatnya perkembangan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan (AI), memungkinkan informasi diproduksi dan tersebar sangat cepat. Kondisi ini berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memengaruhi pola pikir masyarakat.
Informasi yang telah dimodifikasi menggunakan teknologi canggih dapat terlihat sangat meyakinkan, meskipun belum tentu sesuai dengan fakta sebenarnya. Oleh karena itu, kemampuan masyarakat dalam memilah informasi harus ditingkatkan agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks.
Ketua Umum DAD Kaltim Viktor Yuan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyalahgunaan teknologi AI untuk menyebarkan informasi yang dapat memengaruhi pola pikir publik.
“AI bisa diolah oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan akhirnya memengaruhi pikiran serta mindset masyarakat,” Ujar Viktor Yuan
Ia menyarankan agar masyarakat tidak langsung membagikan informasi baru yang diterima, terutama jika sumber dan kebenarannya belum jelas. Langkah sederhana seperti bertanya kepada pihak yang dipercaya atau melakukan pemeriksaan silang dinilai efektif mencegah penyebaran informasi palsu.
Salah satu metode yang dilakukan Viktor saat menerima informasi adalah melakukan pengecekan melalui mesin pencari daring. Menurutnya, cara ini sangat membantu untuk mengetahui dasar kebenaran sebuah informasi atau justru merupakan berita palsu.
“Jangan cepat-cepat di-share. Ditanya dulu kepada teman atau atasan dan sebagainya, benarkah berita ini, atau di-cross-check dulu. Biasa saya setelah saya lihat berita, saya cross-check di Google,” Ujarnya.
Viktor berharap seluruh masyarakat Kalimantan Timur semakin bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial. Sikap kritis terhadap setiap informasi dianggap penting guna menjaga persatuan sekaligus mencegah hoaks memicu keresahan.
Ia menambahkan, kewaspadaan terhadap informasi palsu juga bertujuan untuk menjaga kondusivitas daerah. Hal ini krusial agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan.


