Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Program Cetak Sawah Rakyat Kementerian Pertanian di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menghasilkan panen gabah mencapai 4–5 ton per hektare, Minggu (2/8/2026).
Program ini dimulai pada Desember 2025 dan kini telah memasuki masa panen perdana dengan capaian menggembirakan.
Pada tahun 2025, Kabupaten Berau menerima alokasi seluas 425 hektare dari program pencetakan sawah.
Lahan-lahan ini tersebar di beberapa kampung, termasuk 209 hektare di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar.
Dari total 209 hektare di Buyung-Buyung, sekitar 50 hektare telah berhasil diolah dan ditanami menjadi sawah produktif.
Panen perdana secara simbolis dilakukan di lahan seluas 5 hektare pada Kamis (30/7/2026).
“Pada 2025 Kabupaten Berau memperoleh alokasi 425 hektare dari program pencetakan sawah yang tersebar di sejumlah kampung, di antaranya seluas 209 hektare di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar,” Ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau Lita Handini.
Panen simbolis tersebut mengundang perwakilan dari Kementan serta kelompok tani.
Hal ini bertujuan untuk menginformasikan keberhasilan program dan memotivasi kelompok tani lain.
“Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kelompok tani di kampung lain untuk segera mengoptimalkan lahan mereka agar dalam waktu dekat dilakukan penanaman hingga kemudian panen,” Kata Lita Handini.
Lita Handini mengakui bahwa hasil panen gabah kering giling sekitar 5 ton per hektare pada musim tanam pertama belum maksimal.
Ini dikarenakan lahan masih dalam tahap adaptasi terhadap sistem budidaya.
“Namun kami optimis produktivitas akan meningkat pada musim tanam berikutnya seiring adanya optimalisasi penanganan hingga pendampingan. Pencetakan sawah ini tentu dapat menambah luas baku sawah dan mendukung target swasembada pangan baik bagi Berau maupun untuk nasional,” Ujar Lita Handini.
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan M Amin turut serta dalam panen perdana di Kampung Buyung-Buyung.
Ia menyatakan bahwa panen yang berhasil membuktikan program Cetak Sawah Rakyat berjalan sesuai harapan.
“Kami bersyukur lahan cetak sawah tahun 2025 sudah diolah, ditanam, bahkan sebagian sudah panen. Ini bukti bahwa program pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, dan melibatkan langsung kelompok tani, berjalan dengan baik,” Kata M Amin.
Kabupaten Berau dinilai sebagai salah satu daerah dengan pelaksanaan cetak sawah terbaik di Kalimantan Timur.
Apresiasi tinggi diberikan kepada jajaran pemerintah daerah Berau atas gerak cepat yang ditunjukkan.
“Meski produktivitas dari lahan yang baru pertama kali ditanam antara 4–5 ton per hektare, kami optimis hasil panen ke depan akan terus meningkat seiring dilakukan pendampingan budidaya hingga penguatan sarana pertanian,” Kata M Amin.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menambah luas baku sawah.
Ini juga akan mendukung target swasembada pangan baik di tingkat Kabupaten Berau maupun nasional.


