Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyiapkan mudik gratis dan bantuan gamelan bagi perantau Jawa Tengah di Kalimantan Timur, Rabu (5/8/2026).
Perhatian tersebut disampaikan Luthfi dalam pertemuan bersama paguyuban warga Jawa Tengah di Samarinda, yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalimantan Timur pada Rabu, 5 Agustus 2026 malam. Momen ini menjadi kesempatan bagi para perantau untuk bersilaturahmi dan menyampaikan berbagai aspirasi.
Ketua Sedulur Paguyuban Jawa Tengah Gayeng Tenan (Sapu Jagat), Bambang Pininto, menganggap kedatangan Ahmad Luthfi sebagai kesempatan berharga. Paguyuban tersebut ingin menjaga kedekatan dengan daerah asal meskipun telah lama menetap dan bekerja di Kalimantan Timur.
Para perantau berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat menghadirkan program yang mempererat hubungan mereka dengan tanah kelahiran. Salah satu usulan utama yang disampaikan adalah penyediaan mudik gratis agar warga rantau lebih mudah pulang.
“Ketemu Pak Luthfi ini kan Bapaknya (orang Jawa Tengah), siapa tau ada program mudik gratis dari Pemprov Jateng untuk perantau di Kaltim. Biar kesan dan keterikatan dengan tanah leluhur tetap terjaga,” Ujar Bambang Pininto.
Ahmad Luthfi langsung merespons harapan tersebut dengan menyatakan kesiapan program mudik gratis khusus bagi perantau Jawa Tengah di Kalimantan Timur. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama pengurus paguyuban untuk menjangkau lebih banyak warga.
“Saya siapkan mudik gratis khusus Kaltim. Nanti yang mengendalikan Mas Bambang. Bank Jateng tolong siapkan gamelan, segera digeser ke sekretariat paguyuban, gamelan baru untuk nguri-uri budaya, biar bisa klenengan,” Kata Ahmad Luthfi.
Bantuan gamelan baru ini diharapkan menjadi sarana penting bagi masyarakat Jawa Tengah di Kalimantan Timur. Tujuannya adalah untuk terus menghidupkan dan melestarikan kesenian tradisional Jawa di perantauan.
Selain membahas program mudik dan budaya, para perantau juga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka jumpai di kampung halaman. Aspirasi ini mencakup kebutuhan penerangan jalan di Batang, penanganan kekeringan di Grobogan, serta upaya perluasan pemasaran produk UMKM Jawa Tengah di Kalimantan Timur.
Paguyuban Sapu Jagat menjadi wadah bagi beragam paguyuban daerah asal di Jawa Tengah. Di dalamnya tergabung Pakerten, Sukowati, Pak Semar, Sragen Asri, hingga Paguyuban Keluarga Ngapak, yang rutin menggelar pertemuan bulanan.
Anggota paguyuban berasal dari berbagai latar belakang profesi, seperti pedagang, pengusaha, pekerja swasta, hingga tenaga pendidik. Sebagian besar dari mereka telah puluhan tahun merantau dan membangun keluarga di Kalimantan Timur.


