Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Cucu Usaha BUMI Teken Kontrak Proyek Metanol Rp 41,52 T

PT Bumi Etam Chemical (BEC), cucu usaha Grup Bakrie (BUMI), teken kontrak proyek gasifikasi batu bara metanol Rp 41,52 T di Kaltim. Mendukung hilirisasi dan substitusi impor.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – PT Bumi Etam Chemical (BEC) menandatangani kontrak proyek pabrik metanol senilai Rp41,52 triliun di Kalimantan Timur, Rabu (29/7/2026).

Proyek hilirisasi batu bara tersebut dikembangkan BEC yang merupakan anak usaha PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Nilai investasinya mencapai lebih dari US$2,3 miliar.

Dalam pelaksanaannya, BEC menggandeng PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) untuk pekerjaan perencanaan, konstruksi, hingga operasional awal.

Article ad in the middle of article

Fasilitas Coal-to-Methanol ini dibangun untuk mengolah batu bara berkalori rendah menjadi metanol sekaligus memenuhi kewajiban peningkatan nilai tambah mineral dan batu bara.

Selain menghasilkan metanol, proyek tersebut juga akan memproduksi sulfuric acid sebagai produk samping yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami menargetkan produksi metanol mencapai 2 juta ton per tahun pada fase pertama, kemudian meningkat secara bertahap hingga 3,6 juta ton,” Ujar Presiden Direktur BEC, Rio Supin.

BEC menargetkan tahap komisioning dimulai pada 2029, sementara operasi komersial penuh dijadwalkan berlangsung pada 2030.

Produksi metanol difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor metanol.

Data BPS mencatat kebutuhan metanol nasional pada 2025 mencapai 1,9 juta ton, dengan sekitar 68 persen masih dipenuhi melalui impor.

Melalui proyek ini, BEC berharap dapat memperkuat program hilirisasi nasional, meningkatkan nilai tambah batu bara, serta mendukung kebutuhan industri petrokimia, manufaktur, dan energi di dalam negeri.

Article ad after last paragraph