HARIANEXPRESS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat akibat lonjakan signifikan kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap pekat. Senin (21/9/2026)
Lonjakan drastis terjadi pada Sabtu (19/09/2026) dengan jumlah titik panas di Kalimantan Tengah mencapai 1.035 titik dari sebelumnya hanya 166 titik.
Kejadian ini memicu fenomena langit berwarna merah menyala akibat pekatnya asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Fenomena langit merah ini dipengaruhi oleh hamburan Mie akibat partikel asap berukuran 0,5 hingga 0,7 mikron yang menghamburkan gelombang cahaya matahari yang panjang.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto membenarkan bahwa kondisi tersebut memengaruhi kualitas udara secara drastis di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Pada Minggu (20/09/2026), meskipun jumlah titik panas menurun menjadi 968 titik, kabut asap masih mengganggu aktivitas penerbangan.
Jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sempat anjlok hingga 600 meter dan mengganggu jadwal 14 penerbangan.
“Dengan status tanggap darurat ini kita akan lebih mudah dalam rangka mengoordinasikan tugas-tugas pengamanan dan penanganan bencana,” ujar Agustiar Sabran (Gubernur Kalteng) di Palangka Raya, Selasa (1/9/2026).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla dari 31 Agustus hingga 29 September 2026.
Untuk memperkuat pemadaman, sebanyak 64 armada udara dan 54.394 personel gabungan dikerahkan di berbagai wilayah terdampak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjelaskan bahwa atmosfer yang kering ini disebabkan oleh fenomena El Niño dengan kategori sangat kuat.
Kondisi tersebut menyebabkan hari tanpa hujan ekstrem lebih dari 60 hari berturut-turut di wilayah Indonesia bagian selatan.
Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan titik api.
Laporan dapat dikirimkan melalui Posko Karhutla di nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000.
Sumber:
- https://www.kehutanan.go.id/pers/hotspot-nasional-meningkat-riau-nihil-pengendalian-kalteng-diperkuat
- https://www.kehutanan.go.id/news/pengendalian-karhutla-kalteng-sumsel-diperkuat-64-armada-udara-dikerahkan
- https://www.bmkg.go.id/cuaca/potensi-hujan-sepekan/prakiraan-cuaca-indonesia-sepekan-periode-18-24-september-2026-el-nino-sangat-kuat-masih-berdampak-tetap-waspada-hujan-akibat-fenomena-atmosfer-di-sebagian-wilayah
- https://kalimantan.bisnis.com/read/20260901/407/2000394/kalimantan-tengah-tetapkan-status-tanggap-darurat-karhutla
- https://inet.detik.com/science/d-8672292/langit-kalimantan-merah-menyala-di-tengah-karhutla-ini-sebabnya








