Selasa, 01 September 2026
Hot

Dispar Kaltim Selenggarakan Festival Film Merayakan Cerita Lokal

Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal buka Festival Film Akhir Pekan 2026, dorong sinergi lintas sektor dan eksplorasi potensi cerita lokal Kalimantan Timur.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Dispar Kaltim menggelar Festival Film Akhir Pekan 2026 di Temindung Creative Hub untuk memperkuat ekosistem perfilman dan kolaborasi lintas sektor, Jumat (27/8/2026).

Festival ini, yang berlangsung pada 27 hingga 29 Agustus 2026, mengangkat tema “Merayakan Cerita, Menghubungkan Sinema”. Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, menyatakan bahwa film lebih dari sekadar karya yang selesai diproduksi dan ditayangkan.

Menurut Faisal, film adalah narasi tentang kehidupan manusia, daerah, pengalaman, dan identitas. Acara pembukaan festival ini juga dirangkai dengan Lomba Video Vlog serta Fotografi Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Article ad in the middle of article

“Film adalah cerita tentang manusia, tentang daerah, tentang pengalaman, tentang identitas dan tentang cara kita melihat kehidupan,” Ujar Muhammad Faisal.

Muhammad Faisal menggarisbawahi potensi besar cerita di Kalimantan Timur yang layak diangkat ke layar lebar. Potensi ini meliputi kekayaan budaya, kelestarian lingkungan, dinamika sosial, serta kehidupan masyarakat setempat.

Pemerintah Provinsi Kaltim menyambut baik inisiatif festival ini sebagai wadah penting. Acara ini mempertemukan para sineas, komunitas, penonton, akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ruang kreatif.

Faisal menjelaskan bahwa ajang ini tidak hanya berhenti pada kompetisi dan apresiasi karya. Festival ini secara sengaja membuka ruang diskusi, pemutaran film nonkompetisi, serta mendorong penguatan komunitas dan perluasan jejaring.

Kolaborasi lintas sektor tersebut sangat penting untuk mendorong ekosistem perfilman yang kuat di daerah. Mantan Kepala Diskominfo Kaltim itu juga menekankan bahwa pembangunan ekosistem perfilman yang sehat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

Sinergi kuat diperlukan antara pemerintah, komunitas, pelaku industri kreatif, dunia pendidikan, dan dunia usaha. Selain itu, media serta masyarakat sebagai penonton juga memiliki peran krusial.

Dispar Kaltim berharap festival ini menjadi ruang bertumbuh bagi talenta-talenta perfilman daerah. Harapannya adalah lahirnya karya-karya berkualitas, terbangunnya jejaring, dan terbukanya peluang kolaborasi yang lebih luas.

Tujuan lainnya adalah memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam pembangunan regional Kalimantan Timur. Faisal menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh sineas dan peserta yang telah berpartisipasi dan berkompetisi dalam kegiatan tersebut.

Ia mendorong para pelaku kreatif lokal untuk terus konsisten berkarya. Selain itu, mereka didorong untuk berani mengangkat kearifan serta cerita dari daerah mereka sendiri.

“Teruslah berkarya, teruslah bercerita, dan jangan takut mengangkat cerita dari tempat kita sendiri. Karena terkadang, cerita yang paling dekat dengan kita justru memiliki makna yang paling mendalam ketika dibagikan kepada dunia,” Kata Muhammad Faisal.

Article ad after last paragraph