Findy Alfiansyah Penulis
Menurut Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Wilayah II BWS Kalimantan IV Samarinda, Hayu Wardana, tidak ada limpasan air terbuang melalui mercu pelimpah maupun aliran pemeliharaan.
Hal ini menunjukkan sistem tampungan air masih berada dalam batas operasional terkendali.
Dalam menghadapi potensi penyusutan debit akibat anomali cuaca dan musim kemarau panjang, pihak pengelola menerapkan manajemen pengaturan air yang memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat secara proporsional.
“Untuk irigasi pertanian masih ada debit yang keluar, namun semakin mendekati elevasi 6,5 mdpl, akan semakin berkurang. Kami memang mengutamakan pengambilan air PDAM, karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” Ujar Hayu.
Sebagai bentuk perlindungan dan pemberdayaan terhadap petani yang terdampak penyesuaian layanan debit irigasi, pihak pengelola bendungan telah menyiapkan langkah mitigasi solutif.
“Kami juga menyiapkan bantuan peminjaman pompa bagi petani untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di sawahnya,” Tambah Hayu.


