Sabtu, 05 September 2026
Hot

Aliansi Rakyat Kaltim Suarakan Ketimpangan Sosial di Depan Pendopo Odah Etam

Sekitar 500 mahasiswa mendesak pemerintah provinsi dan pusat menanggapi 15 tuntutan terkait isu nasional dan daerah di Kalimantan Timur.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIAN EXPRESS, KALIMANTAN — Sekitar 500 mahasiswa ARAK berunjuk rasa di Kantor Gubernur Kaltim, menuntut evaluasi DBH dan pemerataan pembangunan, Kamis (3/9/2026).

Massa aksi membawa 15 tuntutan, yang terdiri dari tujuh isu nasional dan delapan persoalan daerah di Kalimantan Timur. Tuntutan utama meliputi penghentian pemangkasan DBH serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kaltim.

Aksi ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan ketimpangan sosial dan pembangunan yang masih terjadi di Kaltim. Meskipun provinsi ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Indonesia, kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan pemerataan pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Article ad in the middle of article

“Kalimantan selalu merasakan ketimpangan sosial yang terjadi. Kita adalah penyumbang devisa terbesar di Indonesia, hampir 50 persen jumlahnya. Tapi nyatanya pembangunan belum merata, listrik masih mati, antre BBM masih ada, pendidikan belum merata dan banyak kampung-kampung yang bahkan belum mendapatkan akses air bersih dan minum,” Ujar Salman Alfarisy (Humas Aliansi Rakyat Kalimantan Timur).

Massa juga menyoroti masalah pemadaman listrik bergilir dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih kerap terjadi di Kaltim. Mereka mendesak pemerintah untuk menuntaskan persoalan-persoalan dasar tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Aliansi Rakyat Kaltim juga meminta pemerintah menghentikan kriminalisasi dan penggusuran paksa di wilayah Kaltim. Massa mendesak percepatan digitalisasi birokrasi dan reklamasi tambang, serta pemberantasan tambang ilegal.

Aksi unjuk rasa ini menjadi upaya untuk menunjukkan bahwa persoalan di Kaltim perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat. Aliansi berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.

Pada sekitar pukul 17.00 Wita, arus lalu lintas di kawasan Simpang Tiga Kinibalu-Jalan Gajah Mada ditutup untuk mendukung jalannya aksi. Massa berorasi secara bergantian dari atas mobil komando, disertai seruan dan nyanyian perjuangan.

Article ad after last paragraph