Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Universitas Mulawarman (UNMUL) berpartisipasi dalam program seminar energi terbarukan di Tiongkok untuk mendukung percepatan transisi energi hijau di Kalimantan Timur, Jumat (16/10/2026).
Pemerintah Indonesia terus mendorong penurunan emisi gas rumah kaca melalui percepatan kebijakan nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut berperan melalui penyusunan regulasi serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang energi bersih.
Program bertajuk Seminar on Green Energy for Indonesia diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok selama 14 hari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama kedua negara dalam pengembangan energi terbarukan.
“Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral turut melibatkan perwakilan perguruan tinggi dan instansi teknis untuk memperluas pemahaman mengenai agenda transisi energi dan target Net Zero Emission. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam mengendalikan emisi gas rumah kaca, termasuk melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca,” Ujarnya.
Selama program berlangsung, peserta mempelajari berbagai sumber energi terbarukan yang dikembangkan di Tiongkok. Materi tersebut meliputi pemanfaatan biogas, tenaga surya, energi angin, biomassa, panas bumi atau geothermal, serta hidrogen.
Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan energi bersih di Indonesia. Penerapan teknologi yang sesuai dengan potensi daerah juga dapat mendukung upaya pengurangan emisi dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Di Kalimantan Timur, pengembangan energi alternatif telah dilakukan melalui pembangunan reaktor biogas berbasis limbah peternakan sapi. Dinas ESDM Kaltim tercatat telah mengembangkan sebanyak 575 unit biogas hingga 2024.
Pemanfaatan limbah peternakan menjadi biogas dapat menjadi alternatif penyediaan energi sekaligus mendukung pengelolaan limbah. Upaya ini juga membuka peluang pengembangan teknologi energi terbarukan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sektor usaha.
Partisipasi Universitas Mulawarman dalam seminar tersebut diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam penelitian dan inovasi energi bersih. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta diperlukan untuk memperluas penerapan teknologi ramah lingkungan di Kalimantan Timur.








