Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALIMANTAN – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyalurkan bantuan mesin kapal dan alat tangkap kepada nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan, Jumat (9/10/2026).
Bantuan tersebut diberikan secara bertahap untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan sekaligus membantu nelayan meningkatkan hasil produksi di wilayah pesisir.
Pada 2026, pemerintah daerah menyalurkan 32 unit mesin kapal berkapasitas 24 PK kepada nelayan di Kelurahan Nenang dan Kelurahan Penajam. Bantuan ini diharapkan menunjang operasional kapal nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut.
Selain mesin kapal, pemerintah juga membagikan 360 unit alat tangkap jenis bubu kepada kelompok nelayan di Kelurahan Nenang. Alat tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan dan kepiting.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Nani Adriana, mengatakan pemerintah daerah secara rutin mengalokasikan anggaran untuk mendukung kebutuhan nelayan.
“Pemerintah kabupaten selalu mengalokasikan dana untuk bantuan kepada nelayan,” Ujar Nani Adriana.
Selain mesin kapal dan bubu, bantuan berupa jaring udang dan jaring ikan juga disalurkan kepada nelayan di Kecamatan Babulu, Waru, dan Penajam. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan sarana penangkapan ikan di sejumlah wilayah.
Kabupaten Penajam Paser Utara yang menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki 2.902 nelayan yang tergabung dalam 367 kelompok. Aktivitas perikanan tangkap di daerah ini didukung oleh 2.505 unit kapal dengan berbagai ukuran.
Potensi perikanan daerah juga ditunjang garis pantai sepanjang 272 kilometer. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal bagi pengembangan sektor perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Penajam Paser Utara dan wilayah sekitarnya.
Pada 2025, produksi perikanan tangkap di daerah tersebut mencapai 6.672 ton, meningkat 66 ton dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 6.606 ton. Untuk 2026, pemerintah daerah menetapkan target produksi sebesar 6.740 ton.
Hingga Juni 2026, produksi ikan tangkap tercatat mencapai 3.670 ton. Pemerintah daerah optimistis target tahunan dapat tercapai dengan dukungan sarana penangkapan serta peningkatan produktivitas nelayan.








